Jumat (28/10) kemarin, detikTravel dalam undangan 'Let's Explore Labuan Bajo with Garuda Indonesia' mampir ke Pulau Komodo di Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Ikut serta Direktur Utama Garuda Indonesia, Arif Wibowo dan Menteri BUMN Rini Soemarno bersama jejeren direksi perusahaan-perusahaan BUMN lainnya.
Setelah salat Jumat, acara yang dinanti-nanti tiba. Acara yang hanya dilakukan saat kunjungan tamu-tamu besar seperti para pejabat menteri, yakni feeding komodo alias memberi makan komodo!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di lapangan luas, 2 ekor kambing yang telah mati satu hari lalu digantung di atas pohon dengan seutas tali. Di bawahnya ada 5 komodo yang menanti, ukuran badannya besar-besar!
Begitu kambing diturunkan pelan-pelan, para komodo bersiap. Kepala mereka terdongak ke atas. Saat sudah dalam jangkauan, tiap komodo melahapnya, brutal!
Yang pertama diincar adalah, bagian perut. Sebab, itu adalah bagian yang paling lembut dan mudah disobek. Tahukah kamu, ternyata gigi komodo seperti ikan hiu tapi lebih kecil ukurannya. Fungsi giginya bukan untuk mengunyah, melainkan merobek kulit mangsanya dan kemudian dagingnya akan langsung ditelan.
Tiap komodo saling tumpah tindih. Berlomba-lomba untuk melahap, sampai masing-masing naik ke atas punggung komodo lain. Gigitan komodo pun sangat kuat. Krak! Beberapa kali terdengar bunyi tulang kambing patah, sungguh brutal.
Para ranger pun berjaga di pinggir, untuk menjaga komodo-komodo tetap makan dan di wilayahnya. Sekaligus, menjaga para pengunjung untuk tidak terlalu dekat.
Asal tahu saja, komodo adalah hewan individualis. Namun jika ada satu komodo sedang makan, maka yang lainnya akan ikutan.
Saat berburu, komodo akan menyerang mangsanya dengan gigitan yang berbahaya. Sebenarnya bukan gigitannya, melainkan liurnya yang mengandung 60 bakteri mematikan.
Begitu kena, komodo akan membiarkan mangsanya. Begitu kondisi mangsanya melemah dan mati, barulah disantap.
Melihat komodo makan dengan mata kepala sendiri, adalah pengalaman langka nan luar biasa! (fay/fay)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama