Jakartaku Damai, Ayo Belajar Persatuan Indonesia di TMII

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Jakartaku Damai, Ayo Belajar Persatuan Indonesia di TMII

Johanes Randy Prakoso - detikTravel
Jumat, 04 Nov 2016 09:20 WIB
Jakartaku Damai, Ayo Belajar Persatuan Indonesia di TMII
Teater Keong Emas di TMII (Afif/detikTravel)
Jakarta - Demo yang berlangsung hari ini tidak usah membuat kamu cemas. Jangan lupa, kalau persatuan Indonesia juga penting. Coba deh hari ini main ke TMII.

Dibuka pada 20 April 1975, Taman Mini Indonesia Indah atau yang biasa disingkat TMII ini tercipta atas pemikiran almarhum ibu negara Siti Hartinah atau Bu Tien. TMII juga menjadi representasi dari budaya Indonesia dalam skala kecil.

Faktanya, budaya Indonesia diwakili dalam banyak hal di TMII. Misalnya saja anjungan daerah yang terdiri dari aneka rumah adat dari berbagai provinsi. Lalu ada juga tempat ibadah dari enam agama resmi Indonesia yang berdekatan dan tampak harmonis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

TMII pun juga merangkul etnis Tionghoa. Diwakili oleh Klenteng Kong Miau dan Taman Budaya Tionghoa yang diresmikan sejak tahun 2006 silam. Selain itu juga ada aneka taman rekreasi dan permainan menarik yang tentunya juga tidak boleh dilewatkan.

Dilihat detikTravel dari situs resmi TMII, Jumat (4/11/2016) berikut aneka objek wisata menarik di TMII yang bisa mengajarkan nilai persatuan untuk traveler:

1. Anjungan Budaya

(Randy/detikTravel)
Indonesia membentang luas dari Sabang sampai Merauke. Terdiri dari 37 provinsi berbeda yang kaya akan budayanya masing-masing. Di TMII, traveler pun bisa melihat replika rumah adat dari setiap provinsi Indonesia di bagian Anjungan Budaya.

Mau lihat Rumah Joglo khas Jawa hingga rumah Tongkonan khas Toraja dari Sulawesi Selatan, semua bisa dilihat langsung di TMII. Aneka rumah adat itu pun dibuat sedemikian mirip, disertai dengan informasi.

2. Aneka rumah ibadah

(Dicky/detikTravel)
Walau berbeda-beda, Indonesia disatukan oleh Ketuhanan yang Maha Es sesuai sila pertama Pancasila. Indonesia pun mengakui enam agama resmi, Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu.

Daripada saling membeda-bedakan, baiknya traveler melihat langsung enam rumah ibadah berbeda di area TMII. Letak dari masing-masing rumah ibadahnya pun berdekatan satu sama lain. Adem dan sungguh damai.

Ke enam rumah idadah itu pun masih aktif dipakai untuk ibadah hingga acara keagamaan loh. Ada Masjid Pangeran Diponegoro, Gereja Katolik Santa Catharina, Gereja Protestan Haleluya, Pura Penataran Agung Kertabhumi, Wihara Arya Dwipa Arama dan Klenteng Konghucu Kong Miao.

3. Taman Budaya Tionghoa

(Randy/detikTravel)
Etnis di Indonesia itu begitu banyak dan berbeda satu sama lain. Begitu pun dengan etnis Tionghoa. Daripada suudzon, mending traveler mengenal saudara kita di Taman Budaya Etnis Tionghoa di TMII.

Taman Budaya Tionghoa ini dibangun di atas lahan seluas 4,5 Hektar di kawasan wisata TMII. Visi dan misi dari dididirikannya Taman Budaya ini adalah untuk mengenalkan kepada masyarakat luas bahwa etnis Tionghoa memiliki sejarah dan budaya yang memiliki nilai postif bagi bangsa Indonesia.

Di area Taman Budaya Tionghoa, traveler bisa melihat Taman 12 Shio, Jembatan Kasih Sayang, Museum Peranakan Tionghoa atau Museum Cheng Ho serta Museum Hakka Indonesia. Ingat, tak kenal maka tak sayang.

4. Danau TMII

(Taman Mini Indonesia Indah)
Berkunjung ke Anjungan Budaya Indonesia di TMII, traveler akan diajak mengelilingi danau cantik yang biasa dipakai traveler untuk naik perahu angsa. Tapi tahukah traveler, kalau danau itu merupakan diorama Indonesia dalam bentuk peta?

Sekilas melihat dari tepi danau, mungkin traveler tidak akan menyadari makna persatuan dibalik danau tersebut. Namun apabila dilihat dari ketinggian atau drone, tampak jelas peta Indonesia dari Sabang hingga Merauke di danau tersebut.

5. Museum Indonesia

(Taman Mini Indonesia Indah)
TMII juga mencakup sekitar 14 museum dengan tema berbeda. Tapi ketika membicarakan persatuan, Museum Indonesia bisa dibilang sebagai yang paling mewakili.

Gagasan awal berdirinya museum Indonesia berasal dari Ibu Tien Soeharto, lalu dituangkan dalam bentuk bangunan bergaya Bali yang terdiri dari 3 lantai. Melalui Filosofi Tri Hita KiranaΒΈseorang Arsitek bernama Ida Bagus Tugur mengembangan museum tersebut.

Filosofi tersebut menjelaskan adanya tiga sumber kebahagiaan manusia, yakni hubungan sesame manusia, hubungan manusia dengan lingkungannya serta manusia dengan Tuhan.

Museum ini berfungsi sebagai tempat pameran tetap dengan pemaparan benda koleksinya yang terbagi kedalam 3 tema. Lantai 1 bertemakan Bhinneka Tunggal Ika yang menampilkan keanekaragaman pakaian adat dan pakaian pengantin.

Sedangkan lantai 2 bertemakan manusia dan lingkungan, sedangkan lantai 3 bertemakan seni dan kriya yang menampilkan hasil seni garapan dan seni ciptaan baru. Menarik sekali ya.

6. Taman Legenda Keong Emas

(@Krist Detik/Youtube)
Terakhir ada Taman Legenda Keong Emas yang merupakan salah satu wahana taman rekreasi baru di area TMII. Seperti Dunia Fantasi (Dufan) di Ancol, ada sejumlah wahana wisata yang ddiangkat dari cerita rakyat Keong Emas yang khas Indonesia.

Dengan membayar tiket masuk seharga Rp 15 ribu saat weekday dan Rp 25 ribu saat weekend, traveler sudah bisa masuk ke dalam area permainannya. Tapi perlu diingat, biaya untuk menaiki wahana wisatanya tidak termasuk dalam harga tiket masuk.

Untuk naik wahana bianglala Mata Legenda misalnya, akan dikenakan biaya Rp 20 ribu untuk sekali naik. Lalu juga ada wahana Petualangan Dinosaurus dengan biaya tiket sebesar Rp 30 ribu. Masih banyak lagi atraksi lainnya.

Tentunya kegiatan demo yang terjadi di Jakarta Pusat tidak akan berdampak banyak ke TMII yang berlokasi di Jakarta Timur. Nggak usah cemas, lebih asyik mengenal persatuan Indonesia di TMII juga sih.
Halaman 2 dari 7
Indonesia membentang luas dari Sabang sampai Merauke. Terdiri dari 37 provinsi berbeda yang kaya akan budayanya masing-masing. Di TMII, traveler pun bisa melihat replika rumah adat dari setiap provinsi Indonesia di bagian Anjungan Budaya.

Mau lihat Rumah Joglo khas Jawa hingga rumah Tongkonan khas Toraja dari Sulawesi Selatan, semua bisa dilihat langsung di TMII. Aneka rumah adat itu pun dibuat sedemikian mirip, disertai dengan informasi.

Walau berbeda-beda, Indonesia disatukan oleh Ketuhanan yang Maha Es sesuai sila pertama Pancasila. Indonesia pun mengakui enam agama resmi, Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu.

Daripada saling membeda-bedakan, baiknya traveler melihat langsung enam rumah ibadah berbeda di area TMII. Letak dari masing-masing rumah ibadahnya pun berdekatan satu sama lain. Adem dan sungguh damai.

Ke enam rumah idadah itu pun masih aktif dipakai untuk ibadah hingga acara keagamaan loh. Ada Masjid Pangeran Diponegoro, Gereja Katolik Santa Catharina, Gereja Protestan Haleluya, Pura Penataran Agung Kertabhumi, Wihara Arya Dwipa Arama dan Klenteng Konghucu Kong Miao.

Etnis di Indonesia itu begitu banyak dan berbeda satu sama lain. Begitu pun dengan etnis Tionghoa. Daripada suudzon, mending traveler mengenal saudara kita di Taman Budaya Etnis Tionghoa di TMII.

Taman Budaya Tionghoa ini dibangun di atas lahan seluas 4,5 Hektar di kawasan wisata TMII. Visi dan misi dari dididirikannya Taman Budaya ini adalah untuk mengenalkan kepada masyarakat luas bahwa etnis Tionghoa memiliki sejarah dan budaya yang memiliki nilai postif bagi bangsa Indonesia.

Di area Taman Budaya Tionghoa, traveler bisa melihat Taman 12 Shio, Jembatan Kasih Sayang, Museum Peranakan Tionghoa atau Museum Cheng Ho serta Museum Hakka Indonesia. Ingat, tak kenal maka tak sayang.

Berkunjung ke Anjungan Budaya Indonesia di TMII, traveler akan diajak mengelilingi danau cantik yang biasa dipakai traveler untuk naik perahu angsa. Tapi tahukah traveler, kalau danau itu merupakan diorama Indonesia dalam bentuk peta?

Sekilas melihat dari tepi danau, mungkin traveler tidak akan menyadari makna persatuan dibalik danau tersebut. Namun apabila dilihat dari ketinggian atau drone, tampak jelas peta Indonesia dari Sabang hingga Merauke di danau tersebut.

TMII juga mencakup sekitar 14 museum dengan tema berbeda. Tapi ketika membicarakan persatuan, Museum Indonesia bisa dibilang sebagai yang paling mewakili.

Gagasan awal berdirinya museum Indonesia berasal dari Ibu Tien Soeharto, lalu dituangkan dalam bentuk bangunan bergaya Bali yang terdiri dari 3 lantai. Melalui Filosofi Tri Hita KiranaΒΈseorang Arsitek bernama Ida Bagus Tugur mengembangan museum tersebut.

Filosofi tersebut menjelaskan adanya tiga sumber kebahagiaan manusia, yakni hubungan sesame manusia, hubungan manusia dengan lingkungannya serta manusia dengan Tuhan.

Museum ini berfungsi sebagai tempat pameran tetap dengan pemaparan benda koleksinya yang terbagi kedalam 3 tema. Lantai 1 bertemakan Bhinneka Tunggal Ika yang menampilkan keanekaragaman pakaian adat dan pakaian pengantin.

Sedangkan lantai 2 bertemakan manusia dan lingkungan, sedangkan lantai 3 bertemakan seni dan kriya yang menampilkan hasil seni garapan dan seni ciptaan baru. Menarik sekali ya.

Terakhir ada Taman Legenda Keong Emas yang merupakan salah satu wahana taman rekreasi baru di area TMII. Seperti Dunia Fantasi (Dufan) di Ancol, ada sejumlah wahana wisata yang ddiangkat dari cerita rakyat Keong Emas yang khas Indonesia.

Dengan membayar tiket masuk seharga Rp 15 ribu saat weekday dan Rp 25 ribu saat weekend, traveler sudah bisa masuk ke dalam area permainannya. Tapi perlu diingat, biaya untuk menaiki wahana wisatanya tidak termasuk dalam harga tiket masuk.

Untuk naik wahana bianglala Mata Legenda misalnya, akan dikenakan biaya Rp 20 ribu untuk sekali naik. Lalu juga ada wahana Petualangan Dinosaurus dengan biaya tiket sebesar Rp 30 ribu. Masih banyak lagi atraksi lainnya.

Tentunya kegiatan demo yang terjadi di Jakarta Pusat tidak akan berdampak banyak ke TMII yang berlokasi di Jakarta Timur. Nggak usah cemas, lebih asyik mengenal persatuan Indonesia di TMII juga sih.

(aff/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads