Dibuka pada 20 April 1975, Taman Mini Indonesia Indah atau yang biasa disingkat TMII ini tercipta atas pemikiran almarhum ibu negara Siti Hartinah atau Bu Tien. TMII juga menjadi representasi dari budaya Indonesia dalam skala kecil.
Faktanya, budaya Indonesia diwakili dalam banyak hal di TMII. Misalnya saja anjungan daerah yang terdiri dari aneka rumah adat dari berbagai provinsi. Lalu ada juga tempat ibadah dari enam agama resmi Indonesia yang berdekatan dan tampak harmonis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilihat detikTravel dari situs resmi TMII, Jumat (4/11/2016) berikut aneka objek wisata menarik di TMII yang bisa mengajarkan nilai persatuan untuk traveler:
1. Anjungan Budaya
|
(Randy/detikTravel)
|
Mau lihat Rumah Joglo khas Jawa hingga rumah Tongkonan khas Toraja dari Sulawesi Selatan, semua bisa dilihat langsung di TMII. Aneka rumah adat itu pun dibuat sedemikian mirip, disertai dengan informasi.
2. Aneka rumah ibadah
|
(Dicky/detikTravel)
|
Daripada saling membeda-bedakan, baiknya traveler melihat langsung enam rumah ibadah berbeda di area TMII. Letak dari masing-masing rumah ibadahnya pun berdekatan satu sama lain. Adem dan sungguh damai.
Ke enam rumah idadah itu pun masih aktif dipakai untuk ibadah hingga acara keagamaan loh. Ada Masjid Pangeran Diponegoro, Gereja Katolik Santa Catharina, Gereja Protestan Haleluya, Pura Penataran Agung Kertabhumi, Wihara Arya Dwipa Arama dan Klenteng Konghucu Kong Miao.
3. Taman Budaya Tionghoa
|
(Randy/detikTravel)
|
Taman Budaya Tionghoa ini dibangun di atas lahan seluas 4,5 Hektar di kawasan wisata TMII. Visi dan misi dari dididirikannya Taman Budaya ini adalah untuk mengenalkan kepada masyarakat luas bahwa etnis Tionghoa memiliki sejarah dan budaya yang memiliki nilai postif bagi bangsa Indonesia.
Di area Taman Budaya Tionghoa, traveler bisa melihat Taman 12 Shio, Jembatan Kasih Sayang, Museum Peranakan Tionghoa atau Museum Cheng Ho serta Museum Hakka Indonesia. Ingat, tak kenal maka tak sayang.
4. Danau TMII
|
(Taman Mini Indonesia Indah)
|
Sekilas melihat dari tepi danau, mungkin traveler tidak akan menyadari makna persatuan dibalik danau tersebut. Namun apabila dilihat dari ketinggian atau drone, tampak jelas peta Indonesia dari Sabang hingga Merauke di danau tersebut.
5. Museum Indonesia
|
(Taman Mini Indonesia Indah)
|
Gagasan awal berdirinya museum Indonesia berasal dari Ibu Tien Soeharto, lalu dituangkan dalam bentuk bangunan bergaya Bali yang terdiri dari 3 lantai. Melalui Filosofi Tri Hita KiranaΒΈseorang Arsitek bernama Ida Bagus Tugur mengembangan museum tersebut.
Filosofi tersebut menjelaskan adanya tiga sumber kebahagiaan manusia, yakni hubungan sesame manusia, hubungan manusia dengan lingkungannya serta manusia dengan Tuhan.
Museum ini berfungsi sebagai tempat pameran tetap dengan pemaparan benda koleksinya yang terbagi kedalam 3 tema. Lantai 1 bertemakan Bhinneka Tunggal Ika yang menampilkan keanekaragaman pakaian adat dan pakaian pengantin.
Sedangkan lantai 2 bertemakan manusia dan lingkungan, sedangkan lantai 3 bertemakan seni dan kriya yang menampilkan hasil seni garapan dan seni ciptaan baru. Menarik sekali ya.
6. Taman Legenda Keong Emas
|
(@Krist Detik/Youtube)
|
Dengan membayar tiket masuk seharga Rp 15 ribu saat weekday dan Rp 25 ribu saat weekend, traveler sudah bisa masuk ke dalam area permainannya. Tapi perlu diingat, biaya untuk menaiki wahana wisatanya tidak termasuk dalam harga tiket masuk.
Untuk naik wahana bianglala Mata Legenda misalnya, akan dikenakan biaya Rp 20 ribu untuk sekali naik. Lalu juga ada wahana Petualangan Dinosaurus dengan biaya tiket sebesar Rp 30 ribu. Masih banyak lagi atraksi lainnya.
Tentunya kegiatan demo yang terjadi di Jakarta Pusat tidak akan berdampak banyak ke TMII yang berlokasi di Jakarta Timur. Nggak usah cemas, lebih asyik mengenal persatuan Indonesia di TMII juga sih.
Halaman 2 dari 7












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru