Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 28 Nov 2016 15:35 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Tebing Breksi, Spot Romantis yang Hits di Sekitar Yogyakarta

Bona
detikTravel
Foto: Tebing Breksi Yogyakarta (Bonauli/detikTravel)
Sleman - DI Yogyakarta selalu menarik perhatian traveler dengan spot-spot romantis. Ini dia salah satunya, Tebing Breksi di Kabupaten Sleman.

Tebing Breksi merupakan tempat wisata yang dulunya adalah area pertambangan. detikTravel mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Tebing Breksi, Jumat (25/11/2016) lalu.

Di sini ada 2 tebing yang bisa jadi pilihan traveler menikmati pemandangan Kota Yogyakarta di arah barat. Sedangkan di arah utara traveler bisa melihat Gunung Merapi, Candi Prambanan, Candi Boko, Candi Barong dan pemandangan alam. Asyik juga untuk menikmati pemandangan bersama pasangan.

Saat naik ke atas tebing, traveler akan melihat beberapa relief wayang di sisi tebing. Relief ini dikerjakan langsung oleh seniman pahat lokal.

Relief wayang yang jadi spot foto (Bonauli/detikTravel)Relief wayang yang jadi spot foto (Bonauli/detikTravel)
Pengerjaannya cukup lama, sekitar 6 minggu untuk satu relief wayang. Ukurannya pun bermacam-macam. Ini salah satu spot foto yang Instagenik.

Di atas tebing traveler akan menemukan bermacam-macam pohon yang baru ditanam. Penanaman 350 pohon pun dilakukan oleh berbagai perwakilan negara di dunia.

Tak perlu takut untuk kelelahan, karena sejumlah bangku disediakan di atas tebing untuk beristirahat. Mau sekalian makan siang melihat pemandangan kota? Bisa saja, karena pendopo kecil juga disediakan di tebing ini.

Tebing Breksi, Spot Romantis Ala AADC 2Foto: Pemandangan Kota Yogyakarta dari atas tebing (Bonauli/detikTravel)
Tarif masuknya pun terjangkau. Sehingga tempat wisata ini menjadi idola di akhir pekan.

"Paling ramai kalau Sabtu-Minggu. Bisa sampai 3.000 kendaraan," ujar Arosid, salah satu pengelola Tebing Breksi.

Kendaraan berupa motor akan dikenakan tarif Rp 2.000 per motor. Untuk mobil akan dikenakan biaya Rp 5.000 per mobil. Sedangkan bus akan dikenakan harga Rp 10.000 per bus.

"Kalau tarif masuknya per orang itu sukarela. Ngasih terserah, nggak dikasih juga nggak apa-apa. Nanti kalau dikenakan biaya dikira pungli," jelas Arosid.

Objek wisata Tebing Breksi memang belum mempunyai Perda. Sehingga pengelolaan masih dilakukan oleh warga dan karang taruna, serta menjadi tanggung jawab Lurah.

"Sekarang Perdanya masih diurus. Nanti kalau sudah keluar baru dibuat tarifnya," tutup Arosid.

Uang parkiran yang traveler bayarkan akan digunakan untuk membangun fasilitas. Sehingga nantinya akan ada tambahan fasilitas.

"Nantinya akan ada danau buatan kecil, gedung pertemuan 15x30 m. Rumput jadi panggung lunak. Area parkir nantinya jadi area multifungsi. Kemudian ada semacam bangunan melingkar di parkiran jadi nggak kehujanan," kata Kholik widianto, ketua pengelola Tebing Breksi.

Tebing Breksi, Spot Romantis Ala AADC 2Foto: Pohon yang baru ditanam (Bonauli/detikTravel)
(bnl/krn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA