Ritual Mandi-mandi merupakan tradisi yang dilakukan secara turun-temurun di Kampung Tugu, Jakarta. Kegiatan ini dilakukan oleh Kaum Mardjikers, namun semua orang boleh hadir dan mengikuti acara ini tanpa terkecuali.
Kaum Mardjike merupakan mantan tentara yang ditahan oleh belanda di Malaka. Kata Mardjiker sendiri dipercaya menjadi cikal bakal kata 'Merdeka' yang berarti bebas. Dibebaskan oleh Pemerintah Belanda, Mardjike yang adalah penganut agama katolik diminta untuk pindah ke protestan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keroncong Tugu yang jadi latar musik ritual adat Mandi-mandi (Bona/detikTravel) |
Mandi-mandi adalah kegiatan pembuka awal tahun dengan saling memaafkan. Simbolnya dengan menggunakan bedak yang sudah dicairkan. Kemudian ketua kelompok Mardjikers akan memulainya dengan mengoleskan ke salah satu peserta keturunan Portugis.
"Ini sebagai suatu budaya terus sebagai pengingat. Generasi-generasi sekarang diajak untuk mengenal budayanya," kata Johan Sophaheluakan, Humas Budaya dan Pemerintahan Kampung Tugu.
Setelah itu baru semua peserta boleh saling menorehkan bedak di wajah satu sama lain. Dimulailah Mandi-mandi!
Budaya Betawi terlihat dengan kebaya yang digunakan oleh Kaum Mardjikers. Bukan hanya itu, kuliner khas yang disajikan juga Betawi banget, Gado-gado siram ala Kampung Tugu. Ada juga kue basah yang juga jadi makanan khas Mardjike, Udang pisang.
Ritual rasanya kurang lengkap tanpa alunan musik. Betul saja, tradisi ini menggunakan musik Keroncong Tugu. Alunan musik Cafrinho membuat semua peserta bergoyang sambil menorehkan bedak.
Tidak hanya Kaum Mardjike, semua orang boleh datang ke ritual ini (Bona/detikTravel) |
"Ketika budaya hanya eksklusif dan paguyuban, itu terancam. Tapi budaya itu harus ditopang oleh sistem patembayan. Jadi orang luar yang peduli budaya, akademisi, komunitas, ayo kita rapatkan supaya budaya ini tidak punah," jelas Johan.
Traveler yang mau melihat dan ikut dalam ritual ini bisa datang langsung ke Kampung Tugu pada Minggu pertama di awal tahun. Tidak perlu pakai kebaya kok, yang penting bersedia seru-seruan sambil memakai bedak. Yuk Mandi-mandi! (bnl/aff)












































Keroncong Tugu yang jadi latar musik ritual adat Mandi-mandi (Bona/detikTravel)
Tidak hanya Kaum Mardjike, semua orang boleh datang ke ritual ini (Bona/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah