Traveler yang berdomisili di Pekanbaru, siang ini usai menyoblos calon pilihannya, bisa berwisata kuliner untuk mencoba sajian makanan yang tak biasa di tempat makan bernama Karambia Cafe. Kuliner di kafe ini tak biasa karena makanannya akan disajikan di dalam batok kelapa muda.
Alih-alih menggunakan piring atau mangkok saji, sajian kuliner seperti kwetiau hingga bakso akan dimasukkan ke dalam batok kelapa muda, kemudian dihidangkan kepada traveler. Kamu pun bisa merasakan sensasi makan dari dalam batok kelapa, sekaligus menyendok daging kelapa muda yang lembut di dalamnya. Sungguh perpaduan yang unik!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karambia Cafe di Pekanbaru (Wahyu/detikTravel) |
Baksonya sendiri memiliki citarasa yang gurih dan segar. Ditambah daging kelapa muda, rasanya jadi unik, tapi pas. Begitu pula dengan kwetiaunya. Ada jejak rasa kelapa muda yang tersimpan di sana. Benar-benar unik!
Ternyata tak semua kuliner di Karambia disajikan dalam batok kelapa. Ada juga yang disajikan 'normal' di atas piring saji. Seperti contohnya Chicken Cordon Bleu, sampai bebek sambal hijau.
Serba 'dibungkus' kelapa muda (Wahyu/detikTravel) |
Traveler yang berminat bisa langsung mencoba sajian kuliner unik di Pekanbaru ini. Apalagi momennya pas libur pilkada, jadi ada waktu tersisa untuk berwisata kuliner bersama keluarga. Harga makanan dan minuman di Karambia juga sangat terjangkau, dari kisaran Rp 25 ribu sampai 40 ribuan.
Tampilan interior Karambia pun sangat fotogenik untuk lokasi foto-foto kekinian. Tak heran bila kebanyakan pengunjungnya pasangan anak muda hingga keluarga muda. Di bagian belakang kafe juga ada tempat nongkrong yang Instagenik.
Suasana kafe yang instagenik (Wahyu/detikTravel) |












































Karambia Cafe di Pekanbaru (Wahyu/detikTravel)
Serba 'dibungkus' kelapa muda (Wahyu/detikTravel)
Suasana kafe yang instagenik (Wahyu/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama