Sebulan lamanya para pengrajin rotan yang tergabung dalam Yayasan Kampung Wisata Rotan Galmantro membuat sebuah kursi raksasa yang diberi nama Ki Ageng Rotan. Rencananya kursi tersebut akan dipajang di sekitar Pantura sebagai salah satu ikon wisata di Kabupaten Cirebon.
Kursi yang berukuran 12x8 meter itu dibuat oleh 40-50 pengrajin selama satu bulan di Desa Tegalwangi, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon. Kursi tersebut menghabiskan sekitar 400 kg bahan baku rotan yang dioplos dengan bahan baku sintetis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Tri Ispranoto/detikTravel |
Djarso mengatakan, kursi tersebut tidak hanya sebagai ikon wisata namun memiliki filosofi bangkitnya usaha rotan yang beberapa tahun lalu mulai tenggelam. Padahal pada masa jayanya dalam satu bulan tidak kurang 3ribu kontainer produk rotan diekspor ke luar negeri dari Kabupaten Cirebon.
"Filosofinya ini kan membangunkan kursi raja. Raja itu kedudukannya paling tinggi. Sehingga kita ingin membangunkan kembali usaha yang sudah dirintis oleh nenek moyang kita memasuki masa jayanya lagi," katanya.
Dari pantauan detikTravel, Ki Ageng Rotan selesai dikerjakan pada Selasa siang sekitar pukul 12.00 WIB. Selanjutnya kursi yang semula dalam posisi 'tidur' dibangunkan bersama-sama oleh warga dan unsur muspida setempat dengan menggunakan tambang dengan cara ditarik secara bersamaan.
Foto: Tri Ispranoto |
Selain 'membangunkan' sang kursi, di lapangan tersebut pun terdapat belasan stand yang menjual aneka ragam olahan rotan mulai dari kursi, meja, keranjang, hiasan, hingga aneka mainan anak yang warna-warni selama tiga hari ke depan.
Rencananya kursi yang telah berdiri tersebut pada Bulan Mei mendatang akan diarak dan ditaruh di pinggir jalan pantura. "Kalau tidak di depan pintu tol, kursi ini akan ditaruh di Taman Weru," pungkas Djarso. (wsw/wsw)












































Foto: Tri Ispranoto/detikTravel
Foto: Tri Ispranoto
Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang