detikTravel mendapat kesempatan untuk berkunjung ke kepulauan Derawan pekan lalu. Salah satu tempat yang dikunjungi adalah Pulau Sangalaki.
Sangalaki merupakan salah satu pulau yang istimewa karena setiap malam akan ada penyu hijau dan penyu sisik yang bertelur di sini. Sehingga Sangalaki menjadi pulau khusus untuk penangkaran penyu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di penangkaran ini, traveler akan mendapat penjelasan soal penyu secara lengkap. Setiap malam akan ada penyu yang datang ke pulau ini untuk bertelur. Penyu yang datang tak akan langsung bertelur, tapi melakukan ritual khusus.
"Penyu akan berkeliling pulau untuk mencari tempat untuk bertelur dan mandi-mandi dulu sebelum bertelur, itu bisa sampai 3 jam," jelas Agustaf, salah satu staff penangkaran penyu kepada detikTravel.
Saat bertelur, keadaan sekitar penyu harus sangat gelap. Kalau ketahuan ada yang mengintip dengan menyalakan senter atau cahaya, penyu tidak akan jadi bertelur dan kabur ke tempat lain.
Setelah bertelur, petugas penangkaran akan merelokasi telur-telur penyu ke tempat penangkaran. Telur akan dipendam di dalam pasir selama 2 bulan tergatung dari panas matahari. Telur akan direlokasi ke dalam lubang dengan kedalaman lubang 70-80 cm, dan diameter 20 cm. Seekor penyu dapat menghasilkan 100-150 telur dalam satu kali peneluran.
"Setiap malam tidak hanya ada satu ekor penyu yang bertelur, ada banyak. Kami pernah menemukan 7 penyu yang bertelur dalam satu malam," ungkap Agustaf.
Seletah menetas tukik akan diletakkan di kolam selama 2-3 hari saja. Supaya mereka tidak lupa caranya hidup di alam. Kemudian mereka akan dilepaskan saat malam hari tiba.
Kenapa dilepaskan saat malam hari?
Karena saat siang hari, predator tukik seperti elang, biawak, hiu, gurita, burung laut bahkan manusia akan bersiap untuk memangsa. Benar saja, saat siang hari beberapa ekor elang terus berputar-putar di sekiling pulau untuk mencari mangsa, khususnya tukik.
Oiya, traveler jangan heran ketika melihat tukik di dalam kolam yang terus-menerus berenang menabrak dinding kolam. Ini merupakan naluri tukik yang berenang dengan mengikuti cahaya.
Traveler yang mau berkunjung ke sini bisa memesan perjalan ke sini dengan menggunakan agen tour & travel. Karena perjalanan ke sini akan memakan waktu sekitar 20 menit dari Pulau Derawan dan akan berlanjut ke pulau-pulau lain di sekitarnya.
Tapi kalau mau menginap khusus untuk melihat proses bertelurnya penyu, traveler bisa menghubungi Agustaf Samber jauh-jauh hari. Dan traveler bisa puas berkeliling melihat dan mencari telur penyu selama 10 hari. Karena petugas penangkaran rolling setiap 10 hari dan pulang menuju Derawan untuk membeli kebutuhan sehari-hari.
Mau belajar dan melihat tukik secara langsung? Yuk ke sini! (bnl/wsw)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru