Pasar tradisional Kota Atambua sekilas tampak sama dengan pasar pada umumnya. Tapi kalau sudah masuk ke dalam pasar, ada banyak perbedaan yang menarik bisa dilihat traveler.
Pasar itu rupanya mengular, dari jalan utama menuju 2 jalan di dekatnya. Para pedagang memenuhi kedua sisi lorong. Pasar itu terbagi jadi beberapa bagian sesuai dagangan. Ada pasar sayur, pasar ikan, pasar pisang, sampai barang-barang kebutuhan rumah tangga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Sri Anindiati Nursastri |
Untuk sayur mayur, mereka berjualan sawi, bayam, kembang kol, dan pepaya muda. Di Atambua, tomatnya lebih lonjong dari pada di Jawa yang tomatnya bulat. Pasar ini juga tentu saja menjual aneka barang kelontong mulai dari baskom, ember sampai tikar.
Jangan lewatkan kesempatan membeli kain tenun. Kain tenun khas NTT dijual juga di pasar ini karena memang serbaguna. Bisa digunakan sebagai sandang, bisa juga sebagai alat keperluan rumah tangga.
Foto: Sri Anindiati Nursastri |
Di bagian ikan, kita bisa melihat aneka kekayaan bahari di Belu yang dijual para pedagang. Mereka ramah dan tidak ragu memamerkan ikan segar yang mereka punya.
Buah-buahan di Atambua juga besar-besar. Seperti pisang beraneka ukuran atau nangka yang ukurannya jumbo. Orang-orang membeli nangka dan pisang tentunya sesuai kebutuhannya saja.
Blusukan ke Pasar Atambua, kita tidak hanya bisa melihat aneka hasil bumi yang menarik. Senyum ramah dan suasana akrab di sana juga menjadi bonus untuk kita.
Tim Tapal Batas detikcom, Kamis (30/3/2017) sedang berada di Atambua. Mereka akan menjelajah Kabupaten Belu selama beberapa hari ke depan. Tunggu cerita seru dari mereka di sini ya!
Foto: Sri Anindiati Nursastri |
(fay/fay)












































Foto: Sri Anindiati Nursastri
Foto: Sri Anindiati Nursastri
Foto: Sri Anindiati Nursastri
Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru