Jakarta -
Beberapa waktu lalu sempat viral foto tentang Patung Pancoran. Namun tidak hanya itu, Jakarta juga punya 4 patung bersejarah lain yang tak kalah keren.
Dikenal dengan nama Patung Pancoran, patung yang memiliki nama asli Patung Dirgantara tersebut mendadak populer setelah dijepret oleh Rudy Sunandar menggunakan drone pada Sabtu (8/4) dan diunggah ke sosial media.
Namun faktanya, Jakarta tidak hanya punya Patung Pancoran. Dikumpulkan detikTravel dari berbagai sumber, Selasa (11/4/2017), inilah 4 patung bersejarah lain di Jakarta:
1. Patung Pahlawan
Foto: Ari Saputra
|
Mendengar nama Patung Pahlawan, tentunya traveler akan dibuat bertanya-tanya. Namun, itulah nama asli dari Patung Tugu Tani yang terletak di dekat Stasiun Gambir.
Patung Pahlawan berbahan perunggu itu menampilkan figur satu orang pria bercaping yang tampak tengah memegang senapan laras panjang dengan belati. Disampingnya, berdiri figur perempuan bersanggul dengan balutan kebaya yang tengah memberikan perbekalan.
Secara makna, Patung Pahlawan mengisahkan akan sebuah perjuangan untuk meraih kebebasan. Adapun di alas patungnya dapat dijumpai tulisan, 'hanya bangsa yang dapat menghargai pahlawan-pahlawannya yang dapat menjadi bangsa besar'.
Patung ini pun diciptakan oleh dua pematung kenamaan Rusia, Matvey Manizer dan Ossip Manizer. Pada tahun 1960, kedua pematung itu berkunjung ke Indonesia dan membuat patung itu sebagai kenang-kenangan.
2. Monumen Selamat Datang
(Randy/detikTravel)
|
Patung tematik Jakarta berikutnya adalah Monumen Selamat Datang yang terletak di Bundaran HI. Traveler yang sering lewat sudah pasti pernah melihat patung yang satu ini.
Secara fisik, Monumen Selamat Datang menampilkan dua patung yang sedang menggenggam bunga dan melambaikan tangan. Lambaian itu pun di arahkan ke arah Utara atau Monas.
Sejarahnya monumen tersebut dibangun oleh Presiden Soekarno dalam rangka menyambut para kontingen peseta Asian Games IV di Jakarta. Rancangannya dibuat oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta kala itu, Henk Ngantung dan dikerjakan oleh tim pematung Keluarga Arca pimpinan Edhi Sunarso.
Secara keseluruhan, Monumen Selamat Datang memiliki tinggi kurang lebih 7 meter dari kaki sampai tangan. Monumen itu pun diresmikan langsung oleh Presiden Soekarno pada tahun 1962.
3. Patung Pemuda Membangun
(Tri Aljumanto/detikTV)
|
Seperti Patung Pahlawan di Tugu Tani, Patung Pemuda Membangun yang terletak di daerah Senayan ini juga lebih dikenal dengan nama Patung Senayan karena lokasinya.
Patung ini pun digambarkan dengan sosok pria gagah yang tengah memegang obor menyala. Sesuai namanya, keberadaan patung ini ditujukan untuk membakar semangat para pemuda-pemudi untuk membangun negeri.
Diketahui kalau patung tersebut dibangun sejak Juli 1971 dan diresmikan pada Maret 1972. Patung ini pun dibangun oleh sekelompok pematung dari Biro Insinyur Seniman Arsitek (ISA) di bawah Imam Supardi, dan didanai sepenuhnya oleh Pertamina.
Sosoknya pun seakan menyambut semua orang yang tengah melewati Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan Patimura dan Jalan Hang Lekir di Jakarta Selatan.
4. Patung Kuda Arjuna Wijaya
(Lamhot Aritonang/detikcom)
|
Berikutnya adalah Patung Kuda Arjuna Wijaya yang terletak di persimpagan antara Jalan Thamrin dan Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat. Patung ini pun digambarkan sebagai sosok Arjuna yang tengah menaiki kereta kuda.
Bagi traveler penikmat kisah Mahabharata, patung tersebut memang menceritakan salah satu adegan pertarungan atara Pandawa melawan Kurawa. Secara makna, delapan kuda tersebut menjadi lambang dari delapat filsafat kepemimpinan atau Asta Brata.
Pembangunan patung itu pun terinspirasi oleh kunjungan Presiden Soeharto ke Turki tahun 1987. Kala itu Soeharto melihat sejumlah monumen di Turki dan ingin mengadopsi hal serupa di Jakarta.
Akhirnya digagaslah pembangunan Patung Kuda Arjuna Wijaya pada tahun 1987 dengan pemahat Nyoman Nuarta asal Bali selaku esksekutornya. Patung ini pun diresmikan di tahun yang sama.
Mendengar nama Patung Pahlawan, tentunya traveler akan dibuat bertanya-tanya. Namun, itulah nama asli dari Patung Tugu Tani yang terletak di dekat Stasiun Gambir.
Patung Pahlawan berbahan perunggu itu menampilkan figur satu orang pria bercaping yang tampak tengah memegang senapan laras panjang dengan belati. Disampingnya, berdiri figur perempuan bersanggul dengan balutan kebaya yang tengah memberikan perbekalan.
Secara makna, Patung Pahlawan mengisahkan akan sebuah perjuangan untuk meraih kebebasan. Adapun di alas patungnya dapat dijumpai tulisan, 'hanya bangsa yang dapat menghargai pahlawan-pahlawannya yang dapat menjadi bangsa besar'.
Patung ini pun diciptakan oleh dua pematung kenamaan Rusia, Matvey Manizer dan Ossip Manizer. Pada tahun 1960, kedua pematung itu berkunjung ke Indonesia dan membuat patung itu sebagai kenang-kenangan.
Patung tematik Jakarta berikutnya adalah Monumen Selamat Datang yang terletak di Bundaran HI. Traveler yang sering lewat sudah pasti pernah melihat patung yang satu ini.
Secara fisik, Monumen Selamat Datang menampilkan dua patung yang sedang menggenggam bunga dan melambaikan tangan. Lambaian itu pun di arahkan ke arah Utara atau Monas.
Sejarahnya monumen tersebut dibangun oleh Presiden Soekarno dalam rangka menyambut para kontingen peseta Asian Games IV di Jakarta. Rancangannya dibuat oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta kala itu, Henk Ngantung dan dikerjakan oleh tim pematung Keluarga Arca pimpinan Edhi Sunarso.
Secara keseluruhan, Monumen Selamat Datang memiliki tinggi kurang lebih 7 meter dari kaki sampai tangan. Monumen itu pun diresmikan langsung oleh Presiden Soekarno pada tahun 1962.
Seperti Patung Pahlawan di Tugu Tani, Patung Pemuda Membangun yang terletak di daerah Senayan ini juga lebih dikenal dengan nama Patung Senayan karena lokasinya.
Patung ini pun digambarkan dengan sosok pria gagah yang tengah memegang obor menyala. Sesuai namanya, keberadaan patung ini ditujukan untuk membakar semangat para pemuda-pemudi untuk membangun negeri.
Diketahui kalau patung tersebut dibangun sejak Juli 1971 dan diresmikan pada Maret 1972. Patung ini pun dibangun oleh sekelompok pematung dari Biro Insinyur Seniman Arsitek (ISA) di bawah Imam Supardi, dan didanai sepenuhnya oleh Pertamina.
Sosoknya pun seakan menyambut semua orang yang tengah melewati Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan Patimura dan Jalan Hang Lekir di Jakarta Selatan.
Berikutnya adalah Patung Kuda Arjuna Wijaya yang terletak di persimpagan antara Jalan Thamrin dan Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat. Patung ini pun digambarkan sebagai sosok Arjuna yang tengah menaiki kereta kuda.
Bagi traveler penikmat kisah Mahabharata, patung tersebut memang menceritakan salah satu adegan pertarungan atara Pandawa melawan Kurawa. Secara makna, delapan kuda tersebut menjadi lambang dari delapat filsafat kepemimpinan atau Asta Brata.
Pembangunan patung itu pun terinspirasi oleh kunjungan Presiden Soeharto ke Turki tahun 1987. Kala itu Soeharto melihat sejumlah monumen di Turki dan ingin mengadopsi hal serupa di Jakarta.
Akhirnya digagaslah pembangunan Patung Kuda Arjuna Wijaya pada tahun 1987 dengan pemahat Nyoman Nuarta asal Bali selaku esksekutornya. Patung ini pun diresmikan di tahun yang sama.
(wsw/rdy)
Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru