Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 12 Apr 2017 18:30 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Mengenal Desa Penghasil Rumput Laut dari Wakatobi

Mukhlis Dinillah
Redaksi Travel
Warga Derawa di Wakatobi sedang memanen rumput laut (Mukhlis/detikTravel)
Warga Derawa di Wakatobi sedang memanen rumput laut (Mukhlis/detikTravel)
Wakatobi - Selain berwisata bahari, di Wakatobi kita juga bisa melihat usaha pembudidayaan rumput laut. Tepatnya di Desa Derawa, Pulau Kaledupa. Yuk, intip seperti apa!

Secara geografis Kepulauan Wakatobi, Sulawesi Tenggara terdiri dari 97 persen laut dan 3 persen daratan. Sehingga lumrah apabila masyarakat menggantungkan hidupnya ke laut. Mulai dari nelayan ikan hingga budidaya rumput laut.

Desa Darawa, Kecamatan Kaledupa, menjadi salah satu wilayah yang konsen soal budidaya rumput laut. Sejak tahun 1993 secara turun temurun, masyarakat Desa Derawa menjadikan rumput laut sebagai sumber penghidupan utama.

detiktravel pada Selasa (11/4/2017), berkesempatan melihat langsung keseharian masyarakat Desa Derawa. Sepanjang perjalanan menuju Desa Derawa melalui air, terlihat sejumlah spot pembibitan rumput laut milik warga.

Bentangan tali dengan pelampung berupa botol-botol terlihat seolah-olah sampah yang berjejer rapih. Pada bentangan tali itu terlihat rumput bibit rumput laut yang melilit berwarna hijau, kuning, hingga merah tergantung jenisnya.

Rumput laut di bentangan tali (Mukhlis/detikTravel)Rumput laut di bentangan tali (Mukhlis/detikTravel)


Sejumlah warga juga tengah sibuk memisahkan hasil panen dari tali tambang sebelum nantinya dijemur. Tidak hanya orang tua, anak-anak juga sudah dilibatkan dalam budidaya rumput laut ini.

Ketika sampai di Desa Derawa, awak media bersama perwakilan WWF Indonesia disuguhkan pemandangan khas. Rumpu laut yang sudah panen terlihat berserakan di jalanan untuk dijemur. Selain itu juga menggantung di bawah rumah panggung.

"Setelah panen, rumput laut itu harus dijemur selama beberapa hari sebelum nanti dimakan atau dijual," kata Bakri (42) warga Desa Derawa.

Sekitar 98 persen masyarakat di Desa Derawa berprofesi sebagai petani rumput laut. Setiap rumah memilik 500 - 800 bentangan tali sepanjang 20 meter sebagai median pembibitan rumput laut. Para petani rumput laut ini tergabung dalam kelompok Derawa.
 Rumput laut yang sedang dijemur (Mukhlis/detikTravel) Rumput laut yang sedang dijemur (Mukhlis/detikTravel)


Lewat kelompok Derawa ini, warga menjual hasil panennya bersama-sama ke Bau-Bau. Keberadaan kelompok yang terbentuk 2007 lalu ini membuat budidaya rumput laut ini terus berlangsung meski harga di pasaran tidak bersahabat.

"Dalam satu tahun bisa lima kali panen. Per musimnya kalau dikumpulkan bisa sampai 3 ton rumput laut. Harganya memang sempat turun 2 tahun lalu, sampai-sampai banyak yang mau berhenti. Tapi sekarang sudah mulai membaik lagi," jelas dia.

"Dengan adanya kelompok ini memang sangat berdampak positif terhadap perekonomian warga. Selain gotong royong melakukan pembibitan, tapi juga saat penjualan," tambah Bakri. (wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED

Mari Kita Jaga Badak Jawa

Jumat, 22 Sep 2017 18:50 WIB

Bertepatan dengan Hari Badak Sedunia, Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) mengajak semua pihak peduli keberadaan badak Jawa. Yuk!