detikTravel mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Karimun Jawa, Jateng atas undangan dari Kemenpar, Rabu (26/4/2017). Perjalanan pertama dimulai dari Pulau Menjangan Besar.
Ada apa di Menjangan Besar? Mungkin sudah ada yang pernah dengar kalau Karimunjawa punya tempat penangkaran hiu. Nah, tepatnya ada di Menjangan Besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: (Bona/detikTravel) |
Tempat ini berbentuk seperti kolam dengan luas sekitar 7 x 7 meter per kolam. Ada 3 kolam hiu di sini.
"Di sini hanya ada hiu karang, yaitu hiu sirip hitam dan sirip putih," ujar Agus.
Jumlah hiunya pun lumayan, ada sekitar 65 ekor hiu yang di pelihara di tempat ini. Seperti apa ya rasanya berenang di antara hiu?
Tim detikTravel pun mencoba turun ke kolam dan berada di tengah hiu. Rasanya? Deg-degan!
Hiu akan di pancing dengan menggunakan bangkai ikan. Bangkai ikan dicelupkan ke dalam air supaya hiu berkumpul. Kemudian dengan cepat diangkat kembali.
Pada saat pemandu memancing hiu dengan ikan, wisatawan yang berada di sekitar hiu harus mengangkat tangan ke atas. Tujuannya supaya hiu tidak mengira tangan kita adalah pancingan.
Meliuk-liuk di antara kaki, traveler akan merasan sensasi yang super mencekam. Tak berapa lama, hiu pun menggigit pancingan sampai habis. Hap!
Traveler yang mau merekam aksi ini, lebih baik menggunakan kamera underwater dengan tongkat yang panjang. Karena hiu akan berkeliling kamera yang dikiranya adalah ikan.
Penangkaran ini buka 24 jam. Traveler bisa merasakan sensasi berenang dengan hiu baik siang atau pun malam. Harganya yaitu Rp 40.000 untuk orang dewasa dan Rp 20.000 untuk anak-anak.
"Kalau bule sukanya berenang malam, sensasinya berbeda. Hiu juga lebih agresif," tutup Agus.
Agus Hermawan, pengelola Hiu Kencana (Bona/detikTravel) |












































Foto: (Bona/detikTravel)
Agus Hermawan, pengelola Hiu Kencana (Bona/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah