Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 27 Apr 2017 15:55 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Simsalabim! Ada Bukit Sulap di Lubuklinggau

Pemandangan Lubuklinggau dari Bukit Sulap (Raja Adil/detikTravel)
Lubuklinggau - Mumpung long weekend, ayo liburan sampai ke Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Di sana ada Bukit Sulap. Hmm, kenapa namanya begitu ya?

Bukit Sulap menjadi tujuan favorit wisatawan di Lubuklinggau, karena letaknya sangat mudah untuk diakses, yakni berada di dalam kota. Nuansa alam dan hutan yang asri seakan menjadi paru-paru bagi warga Lubuklinggau.

Tak hanya itu, Bukit Sulap juga menjadi ikon wisata alam di Sumatera Selatan, mengingat letaknya yang berada di kawasan Hutan Nasional. Dari puncak Bukit Sulap di ketinggian 700 mdpl, kita bisa melihat pemandangan Lubuklinggau.

Untuk ke puncak bukit, wisatawan bisa naik menggunakan kereta miring dengan rel sepanjang 400 meter. Trek sepanjang 260 meter miringnya 22 derajat dan trek 140 meter miringnya 35 derajat.

Untuk menuju puncak menggunakan jalur kereta miring, wisatawan cukup memarkirkan kendaraan di shelter A, atau dapat juga melalui jalur sepeda dan berjalan kaki. Saat libur tiba seperti long weekend Hari Buruh mendatang, Bukit Sulap akan ramai dikunjungi wisatawan dari Kota Lubuklinggau maupun Bengkulu yang merupakan provinsi tetangga.

Bukit ini menyimpan banyak misteri yang menjadikan wisatawan penasaran. Benarkah dinamai Bukit Sulap karena sering menghilang atau ada hal lain? detikTravel yang berkunjung ke Bukit Sulap akhir pekan kemarin, banyak mendapat cerita dari pemandu dan masyarakat.

Trek kereta miring untuk naik ke Bukit Sulap (Raja Adil/detikTravel)Trek kereta miring untuk naik ke Bukit Sulap (Raja Adil/detikTravel)


Ada beberapa cerita asal mula nama Bukit Sulap. Yang Pertama, Bukit Sulap kerap kali menghilang dari pandangan mata saat pagi hari. Hal ini dikarenakan puncak bukit tertutup oleh embun pagi dan akan terlihat secara jelas pada siang atau sore hari.

Kedua, bukit akan terlihat dekat jika dipandang dari tengah Kota Lubuklinggau, akan tetapi pada saat didekati akan terasa semakin menjauh dan lama untuk sampai ke lokasi tersebut. Yang terakhir, Bukit Sulap akan terlihat sama meskipun dilihat dari berbagai sisi yang berbeda.

Inilah keunikan yang akhirnya dinamakan oleh masyarakat sekitar sebagai Bukit Sulap. Untuk tetap melestarikan alamnya, 200 hektar wilayah Bukit Sulap masuk dalam kawasan Taman Nasional di dalam wilayah Lubuklinggau dengan luas total 6.000 hektar.

Pemkot Lubuklinggau mendapatkan Izin langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk pengelolaan pariwisata alam selama 52 tahun dengan luas 42 hektare. Menurut Walikota Lubuklinggau Prana Putra Sohe, saat ini Pemkot bersama sebuah perusahaan BUMD sedang membangun cafe, restoran dan sirkuit sepeda gunung untuk melangsungkan event mountain bike internasional pada Juli mendatang.

Tidak hanya itu, di bukit ini juga telah dibangun beberapa fasilitas untuk mendukung olah raga paralayang. Bahkan, sudah sering digunakan oleh masyarakat sekitar.

"Semua fasilitas akan kita lengkapi, karena pada saat hari libur, Bukit Sulap ini akan dipadati pengunjung dari berbagai daerah. Termasuk sekarang membuat sirkuit sepeda gunung bertaraf internasional yang sudah pernah dilangsungkan selama 4 tahun terakhir," ujar Prana kepada detikTravel, Rabu (26/4/2017).

Dikatakan Nana, dari puncak bukit wisatawan dapat melihat Kampung Warna Warni yang sedang hits di kalangan masyarakat Sumatera Selatan. Selain itu, di lereng Bukit Sulap terdapat aliran Sungai Kasie yang mengalir dengan air jernih. (wsw/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA