Liburan ke Kota Semarang, Jawa Tengah bisa sambil berburu kuliner. Apalagi masih ada program Semarang Great Sale (Semargres) yang juga diikuti kafe, restoran, dan pedagang kaki lima.
Ada beberapa makanan khas Kota Semarang yang bisa masuk daftar buruan antara lain lunpia, kue ganjel rel, bandeng presto, wingko babat, dan masih banyak lagi. Untuk oleh-oleh, salah satu tempat yang bisa didatangi yaitu pusat oleh-oleh di Jalan Pandanaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diskon 50% tujuannya agar generasi muda mengenali dan mencintai jajan kuliner anak bangsanya sendiri. Apalagi dalam proses yang panjang lunpia telah menjadi ikon Kota Semarang dan ditetapkan sebagai warisan budaya nasional tak benda," kata pemilik Lunpia Delight, Meliani Sugiarto saat berada di tokonya, Sabtu (29/4/2017).
Sama seperti peserta Semargres lainnya, Meliani atau yang akrab disapa Cik Me Me itu juga menyiapkan kupon Semargres jika pembelian di atas Rp 100 ribu sehingga pelanggan memiliki kesempatan memenangkan mobil, motor, dan hadiah lainnya pada penutupan Semargres tanggal 7 Mei mendatang.
"Kita (pengusaha dan pedagang) menjadi motor penggerak terhadap sukses dan tidaknya Semarang Great Sale," pungkas Wakil Ketua Bidang Pangan dan Agrobisnis Kadin Semarang itu.
"Tahun lalu ada pelanggan di sini, orang Bandung, dapat hadiah motor dari Semargres," imbuhnya.
Selama Program Semargres, ada 72 kafe dan restoran yang berpartisipasi. Selain itu ada 6 area pedagang kaki lima yang juga mengikutinya antara lain ada di kawasan Simpang Lima, Jalan Menteri Supeno, Batan Miroto, Kalisari, Kota Lama, dan D'Museum.
Semarang memang surganya kuliner, selain lunpia juga bisa mencoba makanan lainnya. Jika ingin tahu gimbal, bisa mencari di area kuliner Simpang Lima dan Menteri Supeno atau Taman KB. Jika mencari Bandeng Presto, ada di Jalan Pandanaran, dan masih banyak lagi lokasi kuliner yang bisa di eksplor. (alg/krn)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru