Hari ulang tahun Kabupaten Raja Ampat yang bertema besar kuliner tak hanya diisi stan makanan saja lho. Pada kesempatan ini pula dipamerkan suvenir baru, yakni batik motif Raja Ampat.
Batik ini dibuat oleh Asosiasi Pembatik Raja Ampat di bawah PKK Kabupaten Raja Ampat. Menurut Kartini Mansmor (34), sekretaris asosiasi menyebut bahwa konsep dasar motif batik ini berupa gambar kekayaan alam di Raja Ampat, terutama lautnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kartini menyebut Indonesia secara umum sudah berciri khas batik. Oleh karenanya, Raja Ampat pun ingin menyalurkan kekayaan alamnya dalam bentuk kain.
Alat cetak batik khas Raja Ampat (Masaul/detikTravel) Foto: Ahmad Masaul Khoiri |
Kartini menyebut persiapan pembuatan kerajinan batik sudah dimulai dari tahun lalu. Prosesnya sendiri dari Oktober 2016 lalu.
"Ada pabrik sederhananya untuk perebusan, pengecapan di sini di Gedung Wanita Kabupaten Waisai dan sebagai tempat penjualan juga," kata Kartini.
"Kami belum display dan baru di festival ini kita pamerkan," imbuh dia.
Pengenalan batik Raja Ampat sendiri sudah dari bulan Januari saat lelang perdana produk pertama. Kainnya berupa sutera dan katun dengan penjualan untuk sutra Rp 8 juta dan katun Rp 5 juta.
Kartini Mansmor dan stan batik Raja Ampat (Masaul/detikTravel) Foto: Ahmad Masaul Khoiri |
"Harapannya kerajinan baru ini bisa mendunia seperti yang sudah ada dan mengangkat nama Raja Ampat. Karena kami selalu membuat batik dengan baik dan berkualitas," kata Kartini.
Bagi dia dan rekan-rekannya, belum ada kesulitan yang berarti selama proses pembatikan. Ia pun meminta semua pihak medukungnya.
"Masyarakat sini sendiri sudah ingin tahu dan banyak yang penasaran seperti apa hasilnya. Mereka sudah ingin sekali pesan. Tapi kami memang baru keluarkan barangnya saat pameran ini," pungkas dia.
Wah, sepertinya traveler perlu bersabar dulu sementara waktu, sampai batik-batik keren ini siap dijual sebagai oleh-oleh. Kita tunggu deh, kapan lagi ada batik motif penyu! (bnl/fay)












































Alat cetak batik khas Raja Ampat (Masaul/detikTravel) Foto: Ahmad Masaul Khoiri
Kartini Mansmor dan stan batik Raja Ampat (Masaul/detikTravel) Foto: Ahmad Masaul Khoiri
Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru