Libur Waisak ke Bandung, Bisa Lihat Rumah Joglo Ratusan Tahun

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Libur Waisak ke Bandung, Bisa Lihat Rumah Joglo Ratusan Tahun

Wisma Putra - detikTravel
Selasa, 09 Mei 2017 12:33 WIB
Libur Waisak ke Bandung, Bisa Lihat Rumah Joglo Ratusan Tahun
Rumah Joglo berusia ratusan tahun di Dago Dream Park (Wisma/detikTravel)
Bandung - Liburan Waisak, traveler bisa pergi ke Bandung. Ada atraksi baru berupa aneka rumah Joglo yang asyik untuk foto-foto.

Traveler, jika Anda ingin merasakan liburan dengan nuansa tiga etnis, Jawa, Bali dan Sunda, atau jika Anda ingin melihat rumah-rumah Joglo khas Jawa, tidak usah jauh-jauh pergi ke daerah tersebut. Cukup datang saja ke Bandung saat long weekend Waisak.

Di sana ada Dago Dream Park seluas 11,5 hektar, yang jadi obyek wisata rekreasi keluarga. Tempat ini juga kental dengan nuansa budaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika berkunjung ke Dago Dream Park, jangan lupa untuk rehat sejenak di rumah-rumah khas Jawa atau yang dikenal joglo. Hampir seluruh bangunan di obyek wisata ini dibentuk seperti Joglo berbahan baku dari kayu asli dengan umur kayu puluhan bahkan ratusan tahun.

Joglo terbalik usianya ternyata sudah 200 tahun (Wisma Putra/detikTravel)Joglo terbalik usianya ternyata sudah 200 tahun (Wisma Putra/detikTravel)
Ingin tahu Joglo mana yang umurnya paling tua? Itulah joglo terbalik atau rumah merupakan Joglo paling tua di antara Joglo lainnya umurnya berkisar 200 tahun yang berasal dari Lasem, Jawa Tengah.

Ada juga Joglo Gladang yang dijadikan sebagai musala umurnya mencapai 140 tahun berasal dari Serang, selain itu Joglo China umurnya mencapai 130 tahun dari Lasem.

Ada lagi Joglo yang dijadikan, kantor umurnya mencapai 125 tahun dari Rembang. Joglo Barong atau yang saat ini dijadikan resto umurnya mencapai 120 tahun dari Purwodadi. Joglo yang dijadikan Function Room umurnya mencapai 115 tahun dari Pati dan Joglo yang dijadikan tempat bermain anak atau Pine House umurnya mencapai 110 tahun dari Kudus.

Joglo satu ini usianya sudah 90 tahun (Wisma Putra/detikTravel)Joglo satu ini usianya sudah 90 tahun (Wisma Putra/detikTravel)
Adapun joglo yang berumur puluhan tahun yaitu, Joglo yang dijadikan resto Dayang Sumbi umurnya mencapai 90 tahun dari Juwana Jateng, perahu dayung umurnya mencapai 85 tahun dari Ambarawa Jateng dan kandang kerbau umurnya mencapai 80 tahun dari Bojonegoro Jatim. Ada Dokar Kereta umurnya mencapai 75 tahun dari Yogya Jateng, lumbung padi yang dijadikan tempat karcis umurnya mencapai 75 tahun dan Dokar Bendi umurnya mencapai 50 tahun dari Solo Jateng.

"Selain umurnya paling tua, Joglo terbalik menjadi tempat favorit pengunjung untuk berfoto selfie di dalam Joglo tersebut dengan latar meja terbalik. Jika di tempat lain hanya hiasannya saja yang terbalik, di sini bangunannya juga ikut terbalik," kata Marketing Dago Dream Park Larasati Rahmawati saat ditemui di kantornya di Jalan Dago Giri No 22, Desa Mekar Wangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Pengunjung berfoto di dalam Joglo (Wisma Putra/detikTravel)Pengunjung berfoto di dalam Joglo (Wisma Putra/detikTravel)
Larasati mengungkapkan, joglo-joglo tersebut sebelumnya didatangkan dalam bentuk rangka lepasan, namun umurnya sudah tua. "Baru di sini dirakit kembali dalam bentuk joglo dan kebanyakan kayunya berasal dari Jateng ada juga dari Jatim," ungkapnya.

Saat detikTravel diajak Larasati intuk mengitari obyek wisata tersebut, aneka ornamen dan patung-patung ciri khas Bali juga terpampang di berbagai sudut. Selain itu pohon-pohon yang ada di kawasan obyek wisata dililit menggunakan kain kotak-kotak hitam-putih yang menambah romansa laiknya kita sedang berwisata di Pulau Dewata.

Nuansa khas Bali (Wisma Putra/detikTravel)Nuansa khas Bali (Wisma Putra/detikTravel)
Bukan hanya itu, terdapat dua patung besar seorang laki-laki dan perempuan. Ternyata, itulah patung Sangkuriang dan ibunya Dayang Sumbi, dua tokoh utama dalam cerita Sangkuriang. Ada juga tugu yang berisikan cerita anak yang mencintai ibunya yaitu Sangkuriang dan asal muasal Gunung Tangkuban Parahu dalam cerita legenda tersebut.

"Dari bangunan ada Jawanya ada juga nuansa Balinya dan juga ada Sundanya yang dicirikan dari patung Sangkuriang dan Dayang Sumbi," pungkasnya. (bnl/fay)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads