Aka bilan adalah sagu bakar yang merupakan kudapan tradisional khas Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dulunya, makanan ini juga merupakan salah satu makanan pokok bagi masyarakat Belu.
detikTravel berjumpa kembali dengan Ona Martha Marsutiana, kali ini di Rumah Dinas Bupati Atambua. Mak Ona adalah pemilik Pojok Lokal Mak Ona, gerai makanan tradisional di Pasar Senggol, Alun-alun Atambua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara pembakaran sagu Foto: Suherni/detikTravel |
Mak Ona, perempuan paruh baya ini mengaku bersama cucunya Reni (20) dan 5 orang karyawannya sudah 3 tahun menjual makanan khas Belu di Pasar Senggol.
Untuk pembuatannya masih dilakukan dengan cara tradisional, yakni menggunakan tungku. Akan Bilan ini dibuat dari campuran sagu, kelapa parut, kacang hijau, dan diberi sedikit garam.
Sagu bakar disajikan di atas daun pisang Foto: Suherni/detikTravel |
Namun, Aka Bilan sangat pas dinikmati selagi panas dengan teh atau kopi, atau bisa juga dengan sayur kuah asam. Untuk 4 potong Aka Bilan dijual dengan harga Rp 5.000. Kalau bertualang ke Atambua, cari Pojok Lokal Mak Ona ya!
Mak Ona dan cucunya Foto: Suherni/detikTravel |












































Cara pembakaran sagu Foto: Suherni/detikTravel
Sagu bakar disajikan di atas daun pisang Foto: Suherni/detikTravel
Mak Ona dan cucunya Foto: Suherni/detikTravel
Komentar Terbanyak
Viral Baling-Baling Pesawat Diikat Cable Tie, Wings Air Buka Suara
Setuju atau Tidak Bandara Husein & Adisutjipto Dibuka Lagi?
Momen Langka! Induk Harimau Sumatra Melahirkan 4 Anak Sekaligus di Prigen