Sayang Bumi! Liburan Sambil Ramai-ramai Menanam Pohon di Bandung

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Sayang Bumi! Liburan Sambil Ramai-ramai Menanam Pohon di Bandung

Wisma Putra - detikTravel
Minggu, 14 Mei 2017 10:55 WIB
Sayang Bumi! Liburan Sambil Ramai-ramai Menanam Pohon di Bandung
Foto: Suasana sekitar Glamour Camping Lakeside Rancabali (Wisma Putra/detikTravel)
Bandung - Menjaga alam tetap lestari bisa juga dilakukan sambil berwisata. Misalnya ke objek wisata di Bandung yang satu ini, di mana pengunjungnya diajak menanam pohon.

Jika ingin mengajak anak-anak Anda wisata yang tidak biasa dan sarat akan edukasi. Datanglah ke Glamour Camping (glamping) Lakeside Rancabali, salah satu objek wisata baru yang berada di wilayah Bandung Selatan.

Bukan hanya memberikan fasilitas wisata yang lain dari pada yang lain dan menyajikan pemandangan lanscape Situ Patengang di atas perahu phinisi yang sulit diungkapkan dengan kata-kata, bagi wisatawan yang akan berlibur ke Glamping Lakeside bersama rombongan, group atau kelompok diwajibkan mengikuti Program Duta Oksigen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Program tersebut digulirkan pengelola untuk menghijaukan kawasan objek wisata Glamping Lakeside dengan melakukan penanaman pohon.

"Nantinya wisatawan membeli bibit pohon kepada pengelola dan ditanam di kawasan Glamping Lakeside dan nantinya untuk perawatan pohon-pohon tersebut merupakan tanggungjawab pengelola," Kata Kordinator Program Duta Oksigen, Riki Bagonk kepada detikTravel di lokasi penanaman pohon di Glamping Lakeside Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/5/2017) kemarin.

Sayang Bumi! Liburan Sambil Ramai-ramai Menanam Pohon di BandungFoto: (Wisma Putra/detikTravel)
Riki mengungkapkan, penanaman pohon tersebut merupakan program unggulan, karena Glamping Lakeside merupakan objek wisata berbasis ekowisata atau yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya, ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan.

"Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga lingkungan dan kita memiliki andil untuk melestarikan alam supaya tidak rusak," ungkap Riki.

Belum genap satu tahun, sudah ratusan pohon di tanam di kawasan Glamping Lakeside dan sekitarnya. Pohon-pohon yang ditanam wisatawan diberikan secara cuma-cuma karena telah masuk paket wisata, namun jika wisatawan memberikan uang, uang tersebut akan diberikan kepada pengelola untuk biaya perawatan.

Saat detikTravel berkunjung ke Glamping Lakeside, ada ratusan pelajar SMP dari SMP An-Nisa Jakarta melakukan penanaman pohon. Sebetulnya kedatangan mereka untuk berlibur, tapi karena mereka datang berkelompok maka mereka diwajibkan ikut Program Duta Oksigen.

Sayang Bumi! Liburan Sambil Ramai-ramai Menanam Pohon di BandungFoto: (Wisma Putra/detikTravel)
Sebelum melakukan penanaman, para pelajar tersebut diberikan arahan oleh pengelola cara menanam pohon yang baik dan benar. Arahan tersebut dilakukan selama 30 menit, setelah mendapat arahan setiap pelajar diberikan masing-masing satu batang pohon untuk ditanam di sekitar kawasan Glamping Lakeside.

Pohon yang ditanam tersebut merupakan jenis pohon keras atau pohon endemik Jawa Barat diantaranya mahoni, rasamala, ki hujan dan pohon buah-buahan.

Nampak keceriaan terlihat dari wajah para siswa, dari mulai mencangkul, menanam bibit pohon, menutup kembali dengan tanah dan menyiramnya dengan air mereka lakukan dengan suka cita. Selain itu pohon-pohon tersebut diberikan tanda nama sekolahnya.

"Kami baru lulus dan datang ke sini untuk melakukan perpisahan sekolah. Kami ingin mengisi liburan ini dengan cara positif. Sehingga selain menikmati keindahan alam dengan penanaman pohon ini kami pun bisa menyumbangkan oksigen melalui penanaman pohon ini," kata salah satu siswa Rafi Ramadan (16).

Selain itu Agung (15) berharap, ke depannya setelah penanaman pohon ini ia dapat berkumpul kembali bersama teman-teman sekolahnya dan melihat pohon yang ditanamnya beberapa tahun ke depan.

"Pohon ini yang akan menjadi alasan bagi kami untuk berkumpul kembali atau reunian. Sekarang kan ukurannya juga baru beberapa centimeter, ke depannya kan bisa bermeter-meter," tutupnya. (krn/krn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads