Inilah tempatnya Masjid Agung Ibnu Batutah yang terletak di Puja Mandala, Nusa Dua, Bali. Letaknya hanya 30 menit dari Bandara I Gusti Ngurah Rai dan dianggap paling besar se-Bali. Puja Mandala adalah kompleks ibadah 5 agama yang dibangun bersebelahan dan menunjukan nilai toleransi yang tinggi di Bali.
"Kapasitas masjid di sini paling besar ya. Walau berada di pojokan tapi kita ada 6 lantai dan memang dari depan hanya terlihat dua lantai," kata Mohamad Jumali, Sekretaris Umum Takmir Masjid Agung Ibnu Batutah dalam perbincangan dengan detikTravel mengenai rutinitas masjid saat Ramadan pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Masaul/detikTravel) |
"Kegiatan rutin selalu kami adakan yaitu tafsir Al Quran di hari Ahad (Minggu) malam dan Rabu setelah maghrib," imbuh dia.
Selain itu, ada pula pendalaman ilmu agama Islam dengan adanya kajian di hari Jumat malam dan pagi. Tak lupa, masjid ini pun merangkul jamaahnya untuk kuliah subuh di hari Minggu pagi tak terkecuali untuk para mualaf.
Saat Ramadan tiba diceritakan Jumali bahwa semua warga muslim akan memenuhi masjid ini. Mereka yang mempunyai keahlian apapun akan diperbantukan untuk membenahi masjid.
"Kalau soal mualaf itu banyak. Kebanyakan karena jodohnya itu orang Islam jadi ikut masuk muslim. Maka kita kelompokkan ke yang mualaf saat mengaji," ujar dia.
Foto: (Masaul/detikTravel) |
"Itu untuk peningkatan dalam hal pembelajaran. Maka kita kelompokkan dari yang anak-anak, pemula, dan ada pula yang mualaf," kata Jumali.
Lebih lanjut, lembaga takmir masjid ini pulalah yang dipercaya dinas pendidikan setempat untuk mengeluarkan nilai pelajaran agama Islam. Karena terdapat tempat belajar Quran di masjid ini atau TPQ.
Membahas soal Ramadan kembali, masjid ini juga menyediakan buka puasa bersama setiap hari untuk umum. Jamaah yang datang kata Jumali amat antusias saat beribadah di tempat ini.
Mohamad Jumali, Sekretaris Umum Takmir Masjid Agung Ibnu Batutah Foto: (Masaul/detikTravel) |
"Mereka itu rata-rata perantau, ada yang dari Jawa, Lombok, Sumatera dari mana-mana. Puja Mandala ini tidak terletak jauh dari perkampungan muslim jadi jamaahnya datang dari jauh-jauh," jelas Jumali.
Selain kegiatan yang dijelaskan di atas, ada pula pesantren kilat. Ada tarawih yang terpisah antara anak-anak dan dewasa dan juga ada lomba-lomba.
"Kita sebulan banyak kegiatan," ucap pria berdarah Bugis yang 64 tahun lalu itu. (msl/aff)












































(Masaul/detikTravel)
Foto: (Masaul/detikTravel)
Mohamad Jumali, Sekretaris Umum Takmir Masjid Agung Ibnu Batutah Foto: (Masaul/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun