"Memang selama bulan suci Ramadan ini pengunjung meningkat dari hari biasanya, terutama saat akhir pekan dan tanggal merah (hari libur)," ujar pengurus Al quran Al Akbar, Syarkoni kepada detikTravel, Sabtu (3/5/2017).
Ditambahkan Syarkoni, jika pada hari biasa hanya masyarakat lokal dan sekolah ataupun komunitas yang berkunjung. Namun, pada sepekan terakhir ada beberapa pengunjung dari nusantara dan mancanegara yang menyambangi untuk mengetahui sejarah dan sekadar berfoto sembari ngabuburit (menunggu buka puasa).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biasa itu kan dari Sumsel aja, tapi sejak bulan puasa ini ada dari luar juga. Banyak yang penasaran dan tanya sejarah Al quran raksasa ini," sambungnya.
Al quran ini bisa dilihat di Ponpes Modern Gandus (Raja Adil Siregar/detikTravel) |
Sementara itu, Tajma Hidayati (26) warga asal kota Serambi Makkah ini mengaku sengaja datang bersama 5 orang temannya dari pagi hanya sekedar untuk melihat Al quran raksasa.
Karena menurutnya, selain berwisata yang lebih penting mengunjungi Al quran raksasa ini secara tidak langsung orang bisa langsung membacanya. Serta mengetahui sejarah-sejarah islam di Kota Pempek.
"Kami kemarin sudah ada ke beberapa tempat wisata religi. Jadi karena ini bulan Ramadan kita dan diwajibkan untuk membuka dan membaca Al quran tapi di sini kita bisa membaca Al quran yang lebih besar hurufnya. Termasuk belajar tentang Islam itu sendiri," imbuh Tajma.
Tak sedikit traveler yang datang dari luar kota (Raja Adil Siregar/detikTravel) |
Dari pantauan detikTravel, pengunjung yang datang harus mentaati tata tertib saat berkunjung Di antaranya wajib memakai hijab atau kerudung bagi kaum perempuan.
Bagi pria harus memakai celana panjang dan sopan, dilarang merokok, dan bila perlu harus berwudhu terlebih dahulu. (rdy/rdy)












































Al quran ini bisa dilihat di Ponpes Modern Gandus (Raja Adil Siregar/detikTravel)
Tak sedikit traveler yang datang dari luar kota (Raja Adil Siregar/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Bule Rusia Hajar Warga Banyuwangi gegara Sound Horeg, Korban Tempuh Jalur Hukum
Saat Gibran Ikut Memikul Salib Paskah di Kupang
Dugaan Pungli Petugas Imigrasi Batam Jadi Pemberitaan Heboh Media Singapura