Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 27 Jun 2017 21:15 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Mau Jalan-jalan ke Sawah yang Cantik di Bali Seperti Obama?

Afif Farhan
Redaksi Travel
Sawah di jatiluwih (Randy/detikTravel)
Sawah di jatiluwih (Randy/detikTravel)
Tabanan - Jatiluwih di Tabanan merupakan salah satu destinasi yang dikunjungi Barack Obama saat di Bali. Di sanalah terpampang persawahan yang cantik.

Kalau mau jalan-jalan di sana, butuh biaya berapa ya?

"Kalau cuma trekking atau jalan-jalan di sawahnya, itu gratis. Bayangkan saja seperti sawah-sawah di Pulau Jawa. Kalau cuma jalan-jalan dan foto saja tidak harus bayar," ujar praktisi dan pemerhati pariwisata Bali, I Wayan Puspa Negara kepada detikTravel, Rabu (28/6/2017).

Puspa yang juga menjabat sebagai Tenaga Ahli Pariwisata di DPRD Badung menambahkan, Jatiluwuh yang merupakan desa bisa dikunjungi kapan saja. Di sanalah wisatawan bakal terhipnosis dengan persawahan yang sangat luas.

"Mungkin karena wilayah sawahnya yang sangat luas, 600-an hektar jadinya terlihat indah," katanya.

BACA JUGA: Semakin Banyak Orang Amerika Datang, Bali Semakin Untung

Operator wisata pun banyak yang menawarkan paket perjalanan ke Jatiluwih. Bisa trekking plus naik kuda, mobil Jeep dan lain-lain. Tentu saja, kalau mencoba itu semua harus merogoh kocek. Tapi sekali lagi, kalau cuma trekking di sana agar bisa seperti Obama, gratis!

Panorama indah Jatiluwih (Angela Jennifer Aroemrasni/d'Traveler)Panorama indah Jatiluwih (Angela Jennifer Aroemrasni/d'Traveler)


Jatiluwih yang memukau turis mancanegara (Marietha /d'Traveler)Jatiluwih yang memukau turis mancanegara (Marietha /d'Traveler)


Di Jatiluwih, wisatawan dapat bersantai di warung yang terletak di pinggir-pinggir sawahnya dan melihat kehidupan para petani dari dekat. Hamparan terasering persawahan yang hijau, udara yang bersih, suasana yang tenang, menjadikan tempat ini digemari oleh wisatawan. Plus berada di dataran tinggi Gunung Batukaru, menjadikan tempat ini sangat sejuk.

Sistem pengairan di Jatiluwih menggunakan sistem Subak, yaitu pengelolaan saluran air untuk mengairi sawah yang dilakukan secara berorganisasi. Sistem ini pun ternyata telah digunakan sejak berabad-abad silam. Subak sarat akan kekeluargaan dan sikap gotong royong. Subak pun membuat para petani untuk adil dan bersikap bijaksana dalam pengairan sawah. Dari situlah, UNESCO menetapkannya sebagai warisan budaya.

"Fasilitas di Jatiluwih sudah cukup memadai. Toilet, tempat parkir dan penginapan ada. Dari Denpasar ke sana sekitar 1 jam, sedangkan jika dari pusat kota Tabanan hanya 30 menit saja," tutup Puspa. (aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED