Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 25 Jul 2017 17:50 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Pesona Pulo Aceh, Pulau Perawan di Ujung Barat Indonesia

Agus Setyadi
Redaksi Travel
Foto: Pulo Aceh di Aceh (Agus/detikTravel)
Foto: Pulo Aceh di Aceh (Agus/detikTravel)
Banda Aceh - Melancong ke Tanah Rencong, ada satu destinasi lagi yang wajib traveler kunjungi. Adalah Pulo Aceh, pulau cantik di Aceh Besar yang punya sejuta pesona.

Untuk berkunjung ke Pulo Aceh, traveler dapat menyeberang dari Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Aceh dengan menggunakan KM Papuyu. Perjalanan memakan waktu sekitar 1,5 jam.

Biayanya pun tergolong sangat murah yaitu sekitar Rp 18.000. Selama di kapal, pelancong dapat duduk manis menikmati keindahan pulau-pulau yang dilewati.

detikTravel berkesempatan menjelajah Pulo Nasi di Kecamatan Pulo Aceh atas undangan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh. Akhir pekan lalu, Disbudpar Aceh menggelar 'Festival Pulo Aceh 2017' selama dua hari, yaitu 22 hingga 23 Juli.

Panorama di sekitar kapal (Agus/detikTravel)Panorama di sekitar kapal (Agus/detikTravel)
Penyelenggaraan kegiatan bertajuk 'Explorasi Destinasi Pulo Aceh' ini juga melibatkan Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), Disparpora Aceh Besar serta Balai Pelestarian Nilai dan Budaya Kemendikbud RI.

Setelah menempuh perjalanan laut, rombongan dari Banda Aceh akhirnya tiba di Pelabuhan Lamteng, Kemukiman Pulo Nasi, Kecamatan Pulo Aceh. Pelabuhan di sana diapit pulau-pulau kecil dan pegunungan yang menjulang tinggi.

Dari sebelah kiri kapal, pelancong dapat melongok beberapa pulau kecil nan indah yang terletak berdekatan. Sementara di sebelah kanan kapal, pegunungan membentang luas. Bisa dibilang, pesona gerbang masuk Pulo Aceh ini adalah Raja Ampatnya Aceh.

Panorama Pulo Aceh dari ketinggian (Agus/detikTravel)Panorama Pulo Aceh dari ketinggian (Agus/detikTravel)
Sebelum kapal merapat untuk bersandar, sebuah kapal nelayan tiba-tiba mendekat. Di atasnya, terdapat sejumlah anak-anak duduk dengan rapi. Anak-anak Pulo ini sudah bersiap-siap untuk menyambut kedatangan para tamu dari Banda Aceh. Mereka menampilkan tarian Likok Pulo dari atas kapal yang berjalan pelan.

Pertunjukan tarian penyambutan berlangsung sekitar 10 menit. Para pelancong naik ke lantai paling atas KM Papuyu dan mengabadikan momen tersebut dengan menggunakan telepon seluler. Kehadiran kapal nelayan di atas ombak nan tenang serta air jernih ini membuat mata semakin meleleh.

Di salah satu sudut pelabuhan, beberapa kapal nelayan berdiri rapi. Untuk menikmati lanscape keindahan pintu masuk Pulo Aceh secara utuh, traveler dapat berjalan sekitar satu kilometer dari pelabuhan. Dari atas ketinggian, pulau-pulau kecil terlihat jelas dan air laut terdapat dua warna.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi, mengatakan, penyelenggaraan Festival Pulo Aceh 2017 digelar sebagai bentuk memperkenalkan potensi dan kekayaan alam, serta budaya masyarakat Pulau Aceh kepada wisatawan. Tujuannya agar penduduk setempat memiliki jiwa wirausaha (entrepreneurship) dan ramah (hospitality) dalam menyambut serta melayani tamu.

"Festival ini tidak hanya memberikan hiburan kepada masyarakat setempat, tetapi juga semangat dalam memajukan Pulo Aceh khususnya dan Aceh umumnya sebagai destinasi wisata unggulan Aceh," kata Reza.

Di Pulo Nasi sendiri, terdapat beberapa destinasi yang patut dikunjungi. Di antaranya, Pantai Nipah, Pantai Deudap, Pantai Ujong Lhok Reudep, Ujong Batee Gla di Desa Alue Riyeung, serta Ujong Kareung Teungeh di Desa Pasi Janeng untuk menikmati matahari tenggelam. Masing-masing lokasi tersebut memiliki daya tarik tersendiri.

Pantai di Pulo Aceh (Agus/detikTravel)Pantai di Pulo Aceh (Agus/detikTravel)
Pulo Aceh yang terletak di daerah terluar Kabupaten Aceh Besar ini memiliki sejumlah Pulau. Namun cuma dua pulau yang berpenghuni yaitu Pulo Breuh dan Pulo Nasi. Untuk menuju ke dua pulau tersebut juga harus ditempuh dari lokasi terpisah.

Jika berangkat dari Banda Aceh, untuk menyeberang ke Pulo Nasi ada dua alternatif pilihan. Pertama dengan menggunakan kapal nelayan yang biasa mengangkut warga serta berbagai kebutuhan masyarakat di sana. Untuk opsi ini, kapal bersandar di dekat jembatan masuk ke Pelabuhan Ulee Lheue dan mengangkut warga setiap hari.

Sementara opsi kedua yaitu dengan menggunakan KM Papuyu yang berangkat dari Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh. Masing-masing opsi ini punya sensasi tersendiri.

Jangan lupa ambil foto (Agus/detikTravel)Jangan lupa ambil foto (Agus/detikTravel)
Sedangkan pelancong yang hendak menyeberang ke Pulo Breuh, dapat menaiki kapal nelayan yang bersandar di dekat TPI Lampulo, Banda Aceh. Di sana, ada tempat serta kapal khusus yang setiap hari berlalu lalang ke Pulau Breuh.

"Festival ini juga menjadi media untuk mempromosikan daerah yang masih sulit dijangkau dari berbagai keterbatasan sarana dan prasarana pendukung pariwisata dan mendukung percepatan Pulo Aceh sebagai destinasi wisata bahari dengan berbagai keunggulan dan keunikan alam dan budayanya," ungkap Reza. (rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED