Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 08 Agu 2017 16:18 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Kisah Asal Muasal di Balik Masjid Kapal Bosok Serang

Bahtiar Rifa'i
Redaksi Travel
Masjid Kapal Bosok di Serang (Bahtiar/detikTravel)
Masjid Kapal Bosok di Serang (Bahtiar/detikTravel)
Serang - Masjid berbentuk kapal di Serang memang unik. Tapi cerita di baliknya juga tak kalah unik, yaitu kisah Ki Angga Derpa dalam mengusir penjajah Belanda.

Kurang lebih selama 4 tahun ke 17 santri pesantren Darul Salam membangun masjid berbentuk kapal di Lingkungan Drangong, Kelurahan Curugmanis, Kota Serang. Mereka membangun masjid, katanya berdasarkan cerita tentang keberadaan kapal yang membusuk di kampung tersebut. Jadilah Masjid Kapal Bosok yang artinya masjid kapal yang membusuk.

Ahmad Almawardi, humas pengurus masjid bercerita pada sekitar abad ke 16 ada penjajah Belanda yang bersandar di pelabuhan Karangantu, Serang. Mereka ingin menjajah dan mengambil dokumen dan harta kekayaan Banten.

Karena tidak terima dengan perlakukan Belanda, seorang lelaki bernama Ki Angga Derpa ingin menyelamatkan dokumen dan harta kekayaan tersebut.

"Ki Angga nyabut beringin. Di dalamnya ada tempurung isinya 2 macan. Laki dan betina yang ada anak kecilnya. Dibawa beringin ke kerumunan Belanda yang menjajah. Begitu ditaro, macan keluar. Belanda kucar-kacir," kata Ahmad bercerita serius mengenai Masjid Kapal Bosok, Kota Serang, Senin (7/8/2017).
Ahmad saat bercerita (Bahtiar/detikTravel)Ahmad saat bercerita (Bahtiar/detikTravel)


Karena marah, Belanda kemudian mencari Ki Angga Derpa. Di carilah dan kemudian ditemukan di kampung Aon yang sekarang bernama Lingkungan Drangong. Ditangkap lalu dihukum di dalam kapal. Setelah dihukum, Belanda meninggalkan Ki Angga Derpa di dalam kapal beserta dokumen dan sebagainya.

Singkat cerita, kapal tersebut kemudian terbawa air sampai daerah Curug yang lokasinya padahal jauh dari pesisir. Ki Angga Derpa kemudian mengambil cambuk dan memukulkan ke kapal.

"Kapal dicambuk. Kapal, sira dicambuk bosok salawase (kapal, kamu dicambuk busuk selamanya)," kata Ahmad menirukan cerita yang menurutnya diturunkan turun temurun tersut.

Masjid ini punya kisah yang menarik (Bahtiar/detikTravel)Masjid ini punya kisah yang menarik (Bahtiar/detikTravel)


Belanda menurutnya sempat mencari kapal yang hilang terbawa air laut bersama Ki Angga Derpa. Namun mereka menurut Ahmad mereka tidak menemukan kapal tersebut.

Saat ditanya bukti prasasti yang membenarkan cerita tersebut, menurut Ahmad, para santri yang membangun Masjid Kapal Bosok banyak menemukan batu karang laut di sekitaran masjid.

Kapal ini berkaitan dengan Ki Angga Derpa (Bahtiar/detikTravel)Kapal ini berkaitan dengan Ki Angga Derpa (Bahtiar/detikTravel)


Selain itu ada besi dan benda yang ia sebut platok kapal bekas peninggalan cerita tersebut.

"Silahkan menggali di sana hanya ada karang laut dan remakan besi. Ada platok kapal," katanya sambil menunjuk ke sebuah arah.

Di sekitaran masjid sendiri, ada sebuah makam Syekh Abdullah Angga Derpa Kapal Bosok. Di makam tersebut ada sebuah tulisan berupa silsilah mengenainya mulai dari Nabi Adam, Nabi Muhammad sampai angka 83 Syekh Abdullah Angga Derpa. (bri/wsw)
BERITA TERKAIT
NEWS FEED