Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 10 Ags 2017 18:35 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Kisah Danau Peninggalan Pangeran di Kalimantan Barat

Kurnia Yustiana
Redaksi Travel
Foto: Danau Padong Pangeran di Sanggau (Kurnia/detikTravel)
Foto: Danau Padong Pangeran di Sanggau (Kurnia/detikTravel)
Sanggau - Sanggau punya sejumlah danau yang asyik buat liburan. Cobalah kunjungi Padong Pangeran, sebuah danau yang menyimpan kisah menarik.

Bicara soal wisata alam di Sanggau seakan tak ada habisnya. Mau air terjun, sungai hingga danau, semua ada. Nah kalau berlibur ke Sanggau salah satu yang wajib dikunjungi adalah Padong Pangeran.

detikTravel bersama tim Tapal Batas detikcom mengunjungi Padong Pangeran beberapa waktu lalu. Danau ini masuk dalam Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Dari jalan utama Sekayam danau ini tidak terlalu jauh, jalan masuknya pun sudah bagus dan bisa dilewati kendaraan roda 4.

(Kurnia/detikTravel)(Kurnia/detikTravel)
Di sini kami bertemu dengan ahli waris Danau Padong Pangeran bernama Gusti Zairin. Sambil duduk bersama di gazebo tepi danau, ia bercerita soal asal usul Danau Padong Pangeran. Kisahnya, dulu ada orang China yang datang dan menggali di kawasan ini karena diduga ada harta karun di bawah tanah.

"Awal ceritanya ini bukan danau, awal ceritanya org China cari emas. Berhubung barang yang dicari tidak ada, mereka istirahat kerjanya. Oleh almarhum kakek saya Gusti Ahmad bergelar Pangeran Patih setelah dia melihat sumber air mungkin bisa dibuat danau," jelas pria yang akrab disapa Meh ini.

Area bekas galian yang cukup luas kemudian dibendung sekelilingnya. Dengan sumber air yang memang ada di sana, terbentuklah sebuah danau. Dulu namanya adalah Padong Besar.

(Kurnia/detikTravel)(Kurnia/detikTravel)
"Dengan dibendungnya ini oleh kakek, dengan mengerahkan (orang-orang) mungkin yang tidak bayar upeti diajak kerja. Maka terjadilah ini (danau). Begitu almarhum tidak ada, dilanjutkan oleh pak Gusti Muhammad Saleh," jelasnya.

Kemudian sempat terjadi kekacauan di zaman penjajahan, pengerjaan danau pun ditinggalkan. Beberapa tahun kemudian danau dikosongkan lagi oleh sekelompok orang yang masih menganggap kalau di terdapat harta karun di sana. Namun hasilnya nihil.

"Setelah dikeringkan ternyata kosong," tegasnya.

Oleh almarhum ayahanda Pak Meh, bendungan kembali ditutup dan danau kembali terisi air. Hutan disekitarnya pun kembali dilestarikan pula oleh warga setempat. Yang tadinya dikenal sebagai Padong Besar, danau pun berubah nama menjadi Padong Pangeran.

(Kurnia/detikTravel)(Kurnia/detikTravel)
"Alhamdulillah sampai sekarang inilah kenyataannya. Untuk sekarang ini disebut Padong Pangeran karena yang memulai membangunnya ini Pangeran Patih namanya Gusti Ahmad," tuturnya.

Pengembangan danau ini pun telah diajukan ke pemerintah setempat. Para ahli waris dan warga setempat juga telah mendukung pengembangan danau ini menjadi destinasi wisata unggulan Sekayam.

"Dengan adanya pimpinan sekarang Camat Sekayam beliau nampaknya peduli. Dipanggilah kita ahli waris bagaimana mendukung nggak. Maka tiap Jumat kita kerja bakti bersihin pinggir ini," ujar Meh.

Pulau di tengah danau (Kurnia/detikTravel)Pulau di tengah danau (Kurnia/detikTravel)
Kawasan Danau Padong Pangeran luasnya sekitar 8 hektar, dengan pulau di tengahnya. Pulau ini bisa dibilang 'mati' karena benar-benar hanya berupa tanaman yang terapung. Jika air suruh pulaunya pun ikut turun, jika air penuh barulah pulau mengambang. Warga pun berencana untuk perlahan merapikan danau dan membersihkan pulau tersebut.

"Kata orang sini ini bergantung, dia kalo air kering turun, air besar naik," katanya.

Ke depannya jika lahan sudah semakin siap, di sekitar Padong Pangeran akan ditanami bunga-bunga cantik, taman serta permainan anak-anak seperti ayunan. Jadi traveler juga lebih asyik wisata di sini.

(Kurnia/detikTravel)(Kurnia/detikTravel)

Wisata keliling danau naik sampan

Untuk sekarang, wisata danau memang sudah mulai tertata walau belum sepenuhnya selesai. Sudah ada gazebo, serta sampan buat yang mau berkeliling. Dedi Eko, pemilik sampan mengatakan bahwa sampan yang tersedia bisa dinaiki 6 hingga 12 orang.

"Itu bisa muat 12 orang, ini 6 orang bisa cuma kan kadang sesuai kebutuhan. Ada yang pinginnya satu keluarga bareng-bareng ada juga yang mau kongkow-kongkow satu grup. Ini bisa keliling," jelas Dedi Eko.

Nah naik sampan biasanya harus mendayung sendiri. Tapi terkadang juga ada yang bisa membantu ikut naik kapal dan mendayung.

(Kurnia/detikTravel)(Kurnia/detikTravel)
"Naik sampan bebas sesuka hati, tapi sama yang tahan ngayuh," katanya.

Wisata sampan di danau buka sejak pagi hingga sore. Kalau malam Dedi tidak lagi menyewakannya demi keselamatan turis.

Selain wisata sampan traveler juga bisa memancing. Kalau datang tak membawa bekal juga bisa pesan dengan Dedi.

"Kalau mau minta dimasakin ikan nanya nomor telepon ibu dulu biar nggak lama. Kita kalau dimasak jenis masakan apapun Rp 80 ribu 1 kilo. Tapi kalau beli mentah Rp 50 ribu saja siapa tahu mau masak di rumah," jelasnya.

Simak terus cerita jelajah Kabupaten Sanggau termasuk kawasan Entikong di Tapal Batas detikcom!

Berikut ini video wisata naik sampan yang asyik di Danau Padong Pangeran:


(krn/krn)
BERITA TERKAIT
Load Komentar ...
NEWS FEED