Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 12 Agu 2017 17:25 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Malam Mingguan di Ujung Utara Indonesia, Seperti Apa?

Kurnia Yustiana
Redaksi Travel
Malam Minggu di Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau (Kurnia/detikTravel)
Malam Minggu di Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau (Kurnia/detikTravel)
Sanggau - Malam Minggu biasanya banyak dihabiskan buat hangout. Begitu pula yang dilakukan anak muda di wilayah perbatasan.

Akhir pekan tiba, saatnya santai sejenak dari kesibukan sekolah atau kantor. Di kota besar, pergi bersama teman-teman ke mal, bioskop serta nongkrong di kafe pun lazim dilakukan terutama di malam Minggu. Namun bagaimana jika di wilayah perbatasan, di mana tak ada mal dan bioskop besar?

Beberapa waktu lalu, detikTravel sempat menghabiskan malam Minggu di Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Kecamatan Sekayam ini sudah dekat dengan perbatasan Indonesia-Malaysia. Sekitar 30 menit saja dari Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong.

Selepas magrib jalan utama Sekayam tidak terlalu ramai. Setelah bertanya dengan resepsionis di penginapan Balai Indah, biasanya malam minggu di sini banyak yang nongkrong di kafe sambil internetan.

Penasaran, saya bersama seorang supir yang mengantar kemudian mencoba mencari di mana letak kafe yang dimaksud. Dari Balai Karangan kami melewati Jalan Lintas Malindo.

Jalanan masih lengang, hanya satu dua motor dan mobil yang lewat. Ada beberapa warung makan yang buka di kiri jalan terlihat cukup ramai pengunjung.

(Kurnia/detikTravel)Foto: Kurnia Yustiana


Kami terus melaju hingga sebelum memasuki Kecamatan Entikong, di sisi kanan ada sebuah bangunan bertingkat bertuliskan 'Articha' dengan rooftop yang tampak berhias. Kami pun mampir ke sana.

Memasuki lantai paling atas, benar saja ini dia kafenya. Di salah satu sisi dindingnya bertuliskan 'Independent'. Di depannya ada kursi pengunjung, ada pula yang lesehan.

Menu makanannya beragam ada kentang goreng, nasi goreng dan aneka minuman dengan harga terjangkau. Saat kami datang baru ada satu orang lain yang duduk di kafe sambil membuka laptop. Di sini memang benar tersedia WiFi gratis.

Semakin lama, satu per satu pengunjung berdatangan. Tempat ini pun makin ramai hingga semua tempat duduk di rooftop ini penuh. Setelah selesai menikmati pesanan kentang goreng, saatnya bersiap pulang.

Saya ke kasir di lantai bawah yang ternyata di depannya juga banyak kursi yang penuh pengunjung. Kebanyakan anak muda yang tengah bercengkerama dan foto-foto bersama temannya.

Kami kembali melewati Jalan Lintas Malindo untuk ke Balai Indah. Di depan Balai Indah terdapat sebuah tugu di tengah pertigaan jalan. Menurut warga setempat ini merupakan tugu kota yang dibangun sekitar 1990-an.

(Kurnia/detikTravel) Foto: Kurnia Yustiana


Setibanya kami di sana rupanya tugu ini sudah ramai dengan motor yang diparkir dan anak-anak muda yang duduk di pinggiran tugu. Rupanya tempat ini juga jadi favorit buat nongkrong asyik di malam Minggu.

Tak jauh dari tugu ini juga banyak pedagang. Tinggal menyeberang jalan, di sana ada yang menjual martabak serta ada warung makan. Jadi kalau lapar tak susah cari makanan.

Simak terus cerita jelajah Kabupaten Sanggau termasuk kawasan Entikong di Tapal Batas detikcom! (krn/wsw)
BERITA TERKAIT
Load Komentar ...
NEWS FEED