Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 19 Agu 2017 23:45 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Kalimat Pengingat Ibadah di Pos TNI Perbatasan Indonesia-Malaysia

Kurnia Yustiana
Redaksi Travel
Musala di Pos Komando Taktis, Entikong (Kurnia Yustiana/detikTravel)
Musala di Pos Komando Taktis, Entikong (Kurnia Yustiana/detikTravel)
Sanggau - Ada yang menarik perhatian di sisi depan musala pos tentara perbatasan di Entikong. Banyak papan bertulis kalimat pengingat ibadah di sana.

detikTravel bersama tim Tapal Batas detikcom berkunjung ke Pos Komando Taktis di Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat beberapa waktu lalu. Entikong sendiri berada di ujung utara Indonesia, berbatasan langsung dengan Malaysia.

Di sini menjadi markas personel Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Batalyon Infanteri 131/Braja Sakti (Satgas Pamtas Yonif 131/Brs). Sehari-harinya mereka tak hanya berpatroli menjaga perbatasan, tapi ada pula yang mengajar karate hingga mengaji.

Kalimat Pengingat Ibadah di Pos TNI Perbatasan Indonesia-MalysiaFoto: (Rachman Haryanto/detikTravel)
Kelas belajar mengaji diadakan di sebuah musala yang ada di Pos Komando Taktis ini. Musala yang dibangun sendiri oleh para personel tersebut bercat hijau muda dengan jendela dan pintu hijau tua.

"Itu (musala) kita yang buat. Kita kan ada tentara yang mendalami agama, jadi imam bisa. Kemarin dia diundang ustad juga di masjid situ," ujar Kepala Seksi Operasi Satgas Pamtas Batalion Infanteri 131/Braja Sakti Lettu Inf Septyan Dwi Nuryadi.

Berjalan mendekati musala terdapat sejumlah papan yang tergantung, baik di lorong depan maupun di dekat jendela dan pintu musala. Setelah diamati rupanya papan-papan itu bertuliskan kalimat pengingat ibadah.

Kalimat Pengingat Ibadah di Pos TNI Perbatasan Indonesia-MalysiaFoto: (Kurnia Yustiana/detikTravel)
Ada yang bertuliskan 'Tanpa air ikan mati, tanpa zikir hati mati'. Ada pula kalimat yang mengingatkan untuk salat, 'Bergadang semalaman aja kuat, masa sholat tahajud ga sempat'. Kalimat-kalimat ini diharap bisa menjadi pengingat untuk tak hanya giat bekerja saja tapi juga tetap rajin beribadah.

"Di samping supaya orang mudah mengingat, masing-masing juga timbul. Artinya mengingatkan kita sekaligus menggugah," kata Kepala Penerangan Korem 121/ABW Mayor Arm Sumaji.

"Kita melihat, membaca, kemudian kita jadi ingat. Mudah-mudahan selanjutnya apa yang sudah kita baca dan kita ingat, bisa kita lakukan," imbuhnya.

Kalimat Pengingat Ibadah di Pos TNI Perbatasan Indonesia-MalysiaFoto: (Kurnia Yustiana/detikTravel)
Lanjut masuk ke dalam musala, nuansa hijau kembali menyapa. Lantainya berlapis karpet hijau pula. Suasana di dalam pun sejuk dengan sebuah AC yang saat itu dinyalakan.

Sore itu tengah diadakan kelas belajar Al Quran. Yang mengajar kala itu adalah Praka Zulbakri. Ia mengenakan seragam loreng serta peci. Murid-muridnya adalah anak-anak dari penduduk setempat. Yang hadir jumlahnya belasan, semua memakai busana Muslim.

Kalimat Pengingat Ibadah di Pos TNI Perbatasan Indonesia-MalysiaFoto: (Rachman Haryanto/detikTravel)
Siapa saja boleh belajar mengaji di sini. Dan semua gratis, tanpa dipungut biaya. Yang penting ada kemauan untuk belajar mengaji.

"Nggak bu (tidak perlu membayar). Ada kemauan anak belajar saja. Ada kemauan belajar insya Allah kami siap mengajarkan," tutur Zulbakri.

Kalimat Pengingat Ibadah di Pos TNI Perbatasan Indonesia-MalysiaFoto: (Rachman Haryanto/detikTravel)
Kegiatan belajar mengaji di musala ini berlangsung setiap hari Senin sampai Jumat. "Iqro jam 2 sampai salat ashar, insya Allah habis ashar (belajar) Al Quran, pulang jam 5," kata Zulbakri.

Simak terus cerita-cerita dari kawasan terdepan Indonesia di Tapal Batas detikcom! (krn/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED