Tempat ini menjadi obyek wiasta baru dan banyak dikunjungi wisatawan apalagi di libur panjang Hari Raya Idul Adha seperti saat ini.
Tembok itu membentang sekitar satu kilometer dan berada di Jalan Raya Bandung-Cianjur. Memiliki 14 panel tulisn kaligrafi dan menghiasi dua sisi jalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PKL di sekitar Taman Asmaul Husna (Foto: Wisma Putra/detikTravel) |
Tembok kaligrafi raksasa itu merupakan satu-satunya taman kaligrafi terbesar di Jawa Barat bahkan di Indonesia. Karena memiliki keindahan tersendiri tak jarang para pengguna jalan berswafoto di tembok tersebut.
Salah satunya Siti Nuraeni Agustia (23), warga Kabupaten Sukabumi. Hampir sebulan sekali ia pulang kampung dan tak jarang jika melintasi tamaan tersebut menghentikan sejenak sepeda motornya untuk beistirahat dan mendinginkan mesin kendaraannya.
"Kalau sekarang pas sudah dibangun menjadi taman bagus, tapi sebelumnya pas dipenuhi PKL (pedagang kaki lima) daerah sini kumuh," kata Siti saat ditemui detikTravel di Taman Asmaul Husnah, Kampung Panaruban, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (2/9/2017).
Foto: (Wisma Putra/detikTravel) |
Selain Siti, sejumlah pengguna jalan yang berhenti sejenak di taman tersebut nampak sedang berfoto ria bersama sanak keluarganya. Lebih asik jika traveler datang di malam hari karena dihiasi oleh gemerlap lampu taman.
Sama halnya dengan Siti, Abdurahman (25) warga Kota Bandung menuturkan jika taman di Kota Bandung itu banyak yang berlatarkan mural. Berbeda, jika di Cianjur ada tembok kaligrafi raksasa yang berlatarkan tulisan Asmaul Husnah.
"Unik, baru sekarang saya lihat tembol kaligrafi raksasa. Lihat, selain saya oranglain juga nampak antusias dan senang," katanya. (msl/msl)












































PKL di sekitar Taman Asmaul Husna (Foto: Wisma Putra/detikTravel)
Foto: (Wisma Putra/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
Provinsi Jawa Barat Mau Ganti Nama Jadi Sunda, Budayawan Cirebon Tanya Urgensinya Apa?
Kasihan! Tapir yang Viral di Lampung Disembelih Warga, Dimasak Jadi Rica-rica