Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 28 Sep 2017 22:35 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Lumpur Sidoarjo yang Menyedihkan, yang Juga Masih Bikin Penasaran

Gracella Mingkid
Redaksi Travel
Berjalan di atas bencana lumpur di Sidoarjo (Gracella Mingkid/detikTravel)
Berjalan di atas bencana lumpur di Sidoarjo (Gracella Mingkid/detikTravel)

FOKUS BERITA

Wisata Bekas Bencana
Sidoarjo - 11 Tahun sudah endapan lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo ada. Hingga kini pula masih banyak orang yang penasaran tentangnya.

Kini, kawasan seluas lebih dari 1.500 ha tersebut telah menjadi tempat wisata. Pengunjung yang datang pun berasal dari berbagai daerah. Mereka mau melihat lebih dekat, bencana yang membuat banyak orang kehilangan tempat tinggal.

"Biasanya karena penasaran, ketika lewat, mereka mampir. Atau ada juga warga sekitar yang datang untuk mengantarkan saudaranya melihat kondisi terkini," ujar Hadi, salah satu guide Lusi (Lumpur Sidoarjo) pada detikcom, Kamis (28/9/2017).

Meski tak bisa dibilang sebagai kawasan wisata yang indah, namun per harinya pengunjung yang datang bisa mencapai ratusan orang. Apalagi pada weekend ataupun hari libur, pengunjung yang datang bisa dua kali lipat.

Dulunya rumah-rumah warga, kini endapan lumpur yang tinggiDulunya rumah-rumah warga, kini endapan lumpur yang tinggi (Gracella Mingkid/detikTravel)


Ketika mengunjungi area ini, sebenarnya tidak banyak aktivitas yang bisa dilakukan. Pengunjung biasanya hanya melihat-lihat dan berfoto. Bagi yang benar-benar penasaran ingin mengetahui seberapa luas area yang terendam lumpur, bisa berkeliling menggunakan jasa ojek atau kendaraan pribadi.

Harga yang dipatok untuk menikmati area ini terbilang tidak murah-murah amat. Begitu masuk, pengunjung dikenakan biaya parkir sebesar Rp. 5.000. Hal ini terbilang wajar karena area parkir yang berada di pinggir jalan raya Porong, sehingga perlu pengamanan.

Jika tak ingin parkir, pengunjung bisa langsung berkeliling menggunakan kendaraan pribadi. Namun, hal ini kurang disarankan mengingat lintasan di tanggul yang tak umum serta berkerikil. Ada baiknya pengunjung ditemani oleh seorang guide yang benar-benar tahu lintasan yang aman.

Beberapa karya seni ditaruh di sana untuk menolak lupa tentang bencananyaBeberapa karya seni ditaruh di sana untuk menolak lupa tentang bencananya (Gracella Mingkid/detikTravel)


Untuk menyewa guide, pengunjung harus membayar kurang lebih Rp 40.000. Dengan begitu, pengunjung bisa diantar menggunakan motor ke beberapa area seperti pusat semburan lumpur dan tempat pembuangan akhir lumpur di kali Porong. Pengunjung sekaligus bisa mendapatkan informasi dari para guide. Sebagian besar guide yang ada merupakan warga yang rumahnya tenggelam. Jadi, dalam perjalanan, pengunjung juga bisa mendengar langsung cerita saat bencana terjadi.

Di area pusat semburan, pengunjung bisa beridiri dari radius sekitar 350-400 meter. Ini artinya pengunjung bisa masuk ke area dalam tanggul. Area ini terbilang aman, karena lumpur sudah mengeras dan mengendap. Namun, di musim penghujan , pengunjung tetap perlu berhati-hati karena kondisi lumpur yang lembek dan bisa ambles. Karena itu di musim penghujan, pengunjung diberi batas melihat sejauh 500 meter saja.

Hingga kini, area wisata ini masih aman. Namun, Pusat Penanggulangan Lumpur Sidoarjo masih terus melakukan pantauan setiap harinya.

Monumen tragedi Lumpur LapindoMonumen tragedi Lumpur Lapindo (Gracella Mingkid/detikTravel)


"Kami melihat sikon, kalau posisi semalam hujan, ada tim monitoring tanggul yang mengecek posisi lumpur. Kami akan beri police line ke titik-titik yang tidak bisa dimasuki. Selain itu kami juga akan berkoordinasi dengan para guide untuk benar-benar memerhatikan keamanan para pengunjung dan kondisi area sekitar tanggul " ujar Hengki Listria Adi, Subpokja Humas dan Pengamanan Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo.

Jika pengunjung ingin mengelilingi seluruh area tanggul, biasanya para guide meminta biaya tambahan sebesar Rp. 20.000-Rp.30.000. Bagi anda yang ingin berkunjung ke kawasan ini disarankan untuk memakai masker, karena masih ada aroma khas belerang yang terasa. Adapun waktu yang paling cocok untuk berkunjung adalah di pagi atau sore hari agar tidak terkena sengatan matahari. Di pagi hari karena udara masih segar, di sore hari karena panas sudah surut. (aff/aff)

FOKUS BERITA

Wisata Bekas Bencana
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED

Foto: 5 Negara Penuh Petualangan

Jumat, 20 Okt 2017 09:25 WIB

Menurut BBC, 5 negara ini jadi tempat yang tepat bagi petualang. Makanan yang unik, destinasi cantik dan pesta semalam suntuk bisa kamu temukan!