Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 08 Okt 2017 11:40 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Malam Kue Bulan, Penghormatan Dewa Bulan dan Cari Jodoh di Pekanbaru

Chaidir Anwar Tanjung
Redaksi Travel
Malam Kue Bulan (Chaidir Anwar Tanjung/detikTravel)
Malam Kue Bulan (Chaidir Anwar Tanjung/detikTravel)
Pekanbaru - Masyarakat Tionghoa di Pekanbaru merayakan Zhong Qiu atau malam Kue Bulan sebagai penghormatan pada Dewa Bulan. Acara ini juga tradisi untuk mencari jodoh bagi muda-mudi.

Perayaan Kue Bulan ini dilaksanakan, Sabtu (7/10/2017) kemarin di kawasan kota tua Pekanbaru, tepatnya di Jl Karet dekat dengan kawasan Pasar Bawah. Lokasi itu juga dikenal dengan istilah China Town-nya Pekanbaru.

Tradisi malam Kue Bulan dimulai sejak sore hari. Ribuan masyarakat Tionghoa dan masyarakat sekitar ikut memeriahkan acara ini. Warga tumpah ruah Jl Karet sebagai pusat pelaksanaan, dihiasi lebih dari 1.800 lampion warna merah. Lampu-lampu itu digantung di atas badan jalan.

Acara ini diramaikan pawai para keluarga besar warga tionghoa yang terdiri dari berbagai paguyuban yang ada di luar kota Pekanbaru. Diawali dengan pawai, dengan membawa lampion berbentuk ayam yang dibawa keliling di sekitaran kota.

 Malam Kue Bulan, Penghormatan Dewa Bulan dan Cari Jodoh di PekanbaruFoto: Chaidir Anwar Tanjung/detikTravel
Lampion berbentuk ayam ini terlihat apik dan menarik dengan pencahayaan warna merah. Dalam pawai ini juga diikuti lebih dari 2.500 orang yang juga menentang lampu lampion.

Malam hari, suasana tambah meriah. Meja-meja bundar terbuat dari plastik disusun di tengah jalan. Hidanganpun tersedia yakni kue bulan. Kue ini bentuknya bulat, rasanya manis. Kue bulan di sediakan, untuk disantap para keluarga besar tionghoa dan masyarakat sekitar. Jenis-jenis kue bulan ini, disajikan secara gratis.

Para gadis tionghoa pun bertugas untuk membagi-bagikan kue bulan. Dengan ramahnya mereka mempersilahkan warga sekitar untuk menikmati kue bulan yang mereka bagikan.

Lantas apa sih sebenarnya makna dari tradisi Zhong Qiu atau Kue Bulan ini?

Menurut Ketua Pelaksana, Wijadi Nauli Basa (50), bahwa tradisi ini sudah ada ribuan tahun yang lalu di tanah leluhur mereka di China. Acara ini merupakan bentuk penghormatan pada dewa bulan.

Pelaksanaannya kata Wijadi, selalu pada bulan ke 8 dalam kalender China. Di mana pada bulan ke 8, merupakan waktu bulan paling dekat dengan bumi.

 Malam Kue Bulan, Penghormatan Dewa Bulan dan Cari Jodoh di PekanbaruFoto: Chaidir Anwar Tanjung/detikTravel
"Ini sebuah tradisi sejak dulu untuk menghormati dewa bulan. Sehingga kita pun menyediakan kue bulan yang bentuk bulat. Kue ini kita makan bersama termasuk juga warga sekitar," kata Wijadi yang kampung halamannya di Sibolga, Sumatera Utara (Sumut).

Wijadi menyebutkan, malam 'Kue Bulan' selain menghormati pada dewa, juga dijadikan ajang berkumpul sanak keluarga. Dengan berkumpul, hal itu menjalin rasa kekeluargaan.. Tradisi ini juga diikuti Persatuan Tionghoa Islam Indonesia (PITI).

"Yang berkumpul di sini dari berbagai ikatan keluarga Tionghoa yang ada di Riau. Kita berkumpul bersama untuk memupuk rasa persaudaraan, dengan tema bhineka tunggal ika," kata Wijadi.

Lebih dari situ, tradisi ini juga dikenal dengan malam untuk mencari jodoh. Di sinilah, muda-mudi ikut meramaikan malam Kue Bulan untuk bisa saling mengenal.

"Malam ini juga tradisi bagi para muda-mudi untuk bisa mencari pasangannya," kata Wijadi. (bnl/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED