"Jadi tidak hanya umat dari agama tertentu saja yang bisa menggunakan ruang disini untuk berdoa, namun semua umat di Indonesia dan dunia," kata putra pemilik sekaligus pengelola Rumah Doa atau lebih dikenal dengan sebutan Gereja Ayam, William Wenas (36), kepada detikTravel.
Memang baru belakangan ini, pengelola objek wisata di sisi Barat Candi Borobudur tersebut, memfungsikan salah satu ruangan sebagai ruang ibadah umat Muslim atau Musala.
Menurut William, awal mula difungsikannya salah satu ruang sebagai Musala adalah karena adanya masukan dari pengunjung yang merasa tidak bisa melakukan ibadah ketika mengunjungi Rumah Doa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyebutkan, selain ruang untuk musala, ada 25 ruangan lain di lantai basement yang dipergunakan sebagai ruang doa. Untuk ruang doa pribadi berukuran 2x2 meter, sedangkan ruang doa umum dan mushola berukuran 2x6 meter.
"Semua orang, dari segala agama, bisa memanfaatkan ruang tersebut untuk berdoa, kita persilahkan. Karena slogan dari bangunan ini adalah the house of prayer for all nation. Termasuk Indonesia dengan lima agama dan satu kepercayaan," urainya.
Supervisor rumah doa bukit Rhema, Edward Nugroho menambahkan, selain ruang doa, pengelola juga menyiapkan beragam fasilitas tambahan lainnya.
"Ada kedai rakyat di sisi belakang bangunan, kemudian tambahan snack berupa singkong keju goreng. Di dalam bangunan, tepatnya di lantai dua, kita juga memasang partisi di sisi kanan kiri," terang Edward.
Saat ini, dia menyebutkan, harga tiket masuk ke bangunan rumah doa seharga Rp 15 ribu untuk wisatawan domestik, dan Rp 30 ribu untuk wisatawan mancanegara. Sedangkan untuk tiket masuk wisata sunrise ada penambahan Rp 5 ribu. (aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama