Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 29 Okt 2017 23:22 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Benteng Ini Saksi Bisu Pembantaian 44 Orang di Banda Neira

Syanti Mustika
detikTravel
Benteng Nassau, saksi bisu pembantaian orang Banda oleh Belanda (Syanti/detikTravel)
Benteng Nassau, saksi bisu pembantaian orang Banda oleh Belanda (Syanti/detikTravel)
Banda Neira - Kekejaman penjajahan Belanda tidak hanya meninggalkan benteng maupun bangunan bersejarah. Namun juga, ada cerita berdarah seperti di Banda Neira.

Benteng Nassau namanya, benteng ini berada di Pulau Banda Neira, Maluku Tengah. Di benteng inilah 44 orang kaya Banda dibantai dengan sadis!

Dikunjungi detikTravel bersama Komunitas Jaganti, Selasa (24/10/2017) benteng ini tidak jauh dari Pelabuhan Banda Neira. Tidak banyak yang tersisa dari benteng ini, hanya dindingnya yang tersisa. Benteng ini sedang direkonstruksi menyerupai bentuk aslinya.

Benteng ini awalnya dibangun oleh Portugis pada pada tahun 1529 di pesisir pantai Pulau Neira. Pembangunan benteng dihentikan setelah mereka berhasil membangun pondasi. Hal ini dikarenakankan posisi benteng yang berada di daerah terbuka dan sangat mudah diintai oleh penduduk.

Benteng Ini Saksi Bisu Pembantaian 44 Orang di Banda NeiraInformasi soal Benteng Nassau (Syanti/detikTravel)
Kemudian pembangunan benteng dilanjutkan pada masa penjajahan Belanda di bawah pimpinan Laksamana Pieterzoon Verhoeven di tahun 1608. Pembangunan benteng pun mendapatkan perlawan dari rakyat Banda. Rakyat merasa terancam dengan gelagat Belanda yang ingin memonopoli perdagangan pala.

Para tokoh masyarakat yang digelari Orang Kaya Banda mengatur siasat untuk menggagalkan rencana pembangunan benteng ini. Kemudian para orang kaya mengundang Belanda untuk melakukan perundingan. Tentu saja perundingan ini jebakan, nasib naas menimpa Verhoeven dan 40 anak buahnya tewas di tangan penduduk Banda.

Pembantaian in disaksikan langsung oleh juru tulis Verhoeven, Jan Pieterzoon Coen. Dia berhasil kabur dan kemudian kembali ke Banda Neira dengan armada yang lebih banyak untuk balas dendam.

Belajar dari perisitwa yang dialami Verhoeven, pada tahun 1609 Gubernur Jenderal VOC, Pieter Both, menunjuk Laksamana Simon Janszoon Coen untuk menyelesaikan pembangunan dan Benteng Nassau akhirnya berdiri.

Setelah benteng berdiri, pada tanggal 8 Mei 1612, Coen mengumpulkan 44 orang pemuka masyarakat Banda atau orang kaya Banda. Lalu dia memerintahkan 6 algojo untuk membantai dengan sadis para orang kaya Banda.

Benteng Ini Saksi Bisu Pembantaian 44 Orang di Banda NeiraLukisan pembantaian orang Banda oleh algojo Jepang sewaan Belanda: (Syanti/detikTravel)
"Pada tahun 1622 pembantaian dilakukan oleh Coen. Dia mengumpulkan seluruh masyarakat Banda untuk menyaksikan pembantaian 44 orang kaya Banda yang dieksekusi oleh 6 serdadu algojo Jepang," ungkap Chen kepada detikTravel.

Para orang kaya diikat dan dihukum sesuai dengan tindak kejahatan yang mereka lakukan dahulunya kepada Verhoeven dan 40 anak buahnya.

"Sebagian tawanan dipotong menjadi 4 bagian dan sebagian lainnya dipenggal di kepala," tambah Chen.

Dengan sadis algojo Jepang membantai para tahanan. Tanpa belas kasih mereka memotong tubuh tahanan menjadi empat bagian, serta juga memenggal sebagian kepala mereka. Kepala yang dipenggal kemudia ditancapkan di atas ujung bambu, serta potongan tubuh ditempel pada batang bambu. Kejam!

Benteng Ini Saksi Bisu Pembantaian 44 Orang di Banda NeiraSumur tempat kepala yang dibantai dibuang (Syanti/detikTravel)
Kemudian kepala dan potongan tersebut di lempar ke dalam sumur. Untuk mengenang para tokoh yang dibantai, maka dibangunlah sebuah monumen. Di monumen tersebut tertulis nama-nama tokoh yang dibantai oleh Belanda.

Jika traveler ingin melihat benteng datang saja langsung ke Badna Neira. Benteng ini tidak jauh dari Benteng Belgica. Dari Benteng Nassau ini traveler bisa melihat Gunung Api Banda dengan jelas, serta melihat Benteng Belgica. Benteng ini memiliki terowongan bawah tanah yang terhubung dengan Benteng Belgica lho.

Untuk melihat lukisan yang menceritakan pembantaian para tokoh Banda, traveler bisa berkunjung ke Museum Banda yang juga tidak jauh dari lokasi benteng. (fay/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA