Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 25 Nov 2017 18:45 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Mengunjungi Mata Air Berkhasiat di Kabupaten Bandung

Wisma Putra
Redaksi Travel
Mata Air Campaka (Wisma Putra/detikTravel)
Mata Air Campaka (Wisma Putra/detikTravel)
Kabupaten Bandung - Jika traveler mencari destinasi anti mainstream datanglah ke tempat ini. Ada sumber mata air di Kabupaten Bandung.

Adalah mata air Campaka yang berada di kaki Gunung Kasur, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sumber air itu konon sudah ada sekitar ratusan tahun lalu.

"Sudah ada ratusan tahun lalu ada sebelum hadirnya permukiman warga. Juru kuncinya pun terus berganti," kata Pandi saat ditemui di rumahnya, Kampung Campaka, Desa Drawati, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/11/2017).

Menurut cerita nenek moyangnya, sebelum adanya sumber mata air Campaka, wilayah tersebut hanyalah pegunungan biasa. Tak hanya itu, ada ceri rakyat yang melingkupi sumber mata air itu.

"Airnya dibawa dari sumber air Gunung Papandayan Garut dan disalurkan ke Kampung Campaka. Katanya dulu dibawa oleh Eyang Campaka dari Eyang Papandayan," ungkapnya.

Mata AIr Campaka jernih bangetMata AIr Campaka jernih banget (Wisma Putra/detikTravel)


Soal penamaan Campaka, karena di sekitar mata air terdapat pohon cempaka yang bunganya memiliki tujuh warna. Mata air ini pun dipercaya memiliki khasiat tersendiri.

"Tujuh warna bunga menandakan mata air itu memiliki banyak khasiatnya. Banyak juga warga yang datang kesini untuk sekedar mandi untuk mendapat kenerkahan," tutur Pandi.

Saat detikTravel berkunjung ke obyek wisata itu, pohon cempaka yang disebutkan kini keberadannya sudah tidak ada.

"Kalau kata ayah saya pohon itu roboh, sudah puluhan tahun lalu. Sementara saya menjadi juru kunci sudah hampir 25 tahun," ucapnya.

Selain digunakan untuk kebutuhan warga sekitar, sumber mata air ini dialirkan juga ke tujuh desa di Kecamatan Paseh. Di bawah mata air Campaka ada Desa Mekarpawitan, Cijagra, Loa, Tangsimekar, Karangtunggal, Cipaku, dan Drawati.

Selain itu, kebutuhan irigasi perkebunan warga yang berada di sekitar Desa Drawati menggantungkan sumber airnya ke mata air Campaka. "Banyak petani yang mengalirkan air disini ke kebunnya," pungkas dia. (msl/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED