Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 28 Nov 2017 17:50 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Brrr! Dinginnya Kutub Selatan di Puser Elmu Bandung

Wisma Putra
Redaksi Travel
Foto: Wisma Putra/detikTravel
Foto: Wisma Putra/detikTravel
Bandung - Tidak perlu jauh-jauh ke Kutub Selatan untuk merasakan dinginnya es. Datang saja ke Bandung, ada wahana yang bisa membuat suasana Kutub Selatan. Brrr!

Puser Elmu atau Gedung Science Center dimiliki Pemkab Bandung. Di gedung ini terdapat ruangan Augmented Reality (AR) Sabilulungan. Letaknya berada di pojok kanan lantai 1. Ukuran ruangannya sekitar 10x6 meter dengan kapasitas sekitar 25 meter.

detikTravel berkesempatan masuk dan merasakan sendiri sensasi dingin Kutub Selatan di sini. Di ruangan tersebut terdapat layar besar yang memperlihatkan gambar para pengunjung yang masuk ke ruangan tersebut. Sebenarnya ruangan ini hanya ruangan kosong. Namun dengan teknologi 3D, para pengunjung seakan-akan berada di Kutub Selatan.

Efek 3D membuat pengunjung bisa merasakan Kutub SelatanEfek 3D membuat pengunjung bisa merasakan Kutub Selatan (Wisma Putra/detikTravel)

Suasana dingin berasal dari sejumlah alat pendingin, sedangkan suara badai berasal dari sound system yang ada di ruangan tersebut.

"AR Sabilulungan untuk menarik perhatian pengunjung terutama anak-anak," kata Bupati Badung Dadang M Naser kepada detikTravel, di Gedung Science Centre, Senin (27/11) kemarin.

Dadang juga mengungkapkan, di dalam ruangan itu pengunjung bisa berfoto ria. Nantinya setelah keluar dari ruangan, pengunjung langsung mendapat selembar foto ukuran A4.

"Fotonya 3D, foto dengan ikan dan hewan lainnya. Itu teknologi yang harus diketahui anak-anak," ungkap Dadang.

Pustaka digital di Gedung Science Centre (Wisma Putra/detikTravel)Pustaka digital di Gedung Science Centre (Wisma Putra/detikTravel)

Dengan tampilan 3D itu, para pengunjung juga dapat berinteraksi dengan hewan yang muncul seperti bisa melihat kibasan ekor ikan paus yang muncul ke permukaan, berinteraksi dengan penguin, beruang kutub dan hewan lainnya.

Selain menyerupai Kutub Selatan, ruangan itu juga dapat diubah menjadi tampilan lainnya seperti di luar angkasa. Dan pengunjungnya bisa menjelajahi tata surya dengan melihat planet-planet yang ada di luar angkasa. Saat ini pengelola masih menyempurnakan grafis 3D di ruangan tersebut agar lebih menyerupai tampilan aslinya.

Salah satu pengunjung Cepi Kurnia (16) mengatakan, dia baru pertama kali masuk ke ruangan itu. Cepi merasa senang dapat masuk, karena menurutnya melalui ruangan tersebut ia dapat menambah ilmu pengetahuan terutama ilmu tentang teknologi 3D.

Gedung Science Centre di Kabupaten BandungGedung Science Centre di Kabupaten Bandung (Wisma Putra/detikTravel)


"Pas masuk ke ruangan itu kita seperti nyata sedang berada di padang salju yang berdekatan dengan laut es, apalagi setelah muncul hewan-hewan yang biasa hidup di salju, semua yang saya lihat di dalam ruangan itu seperti nyata," ujarnya.

Selain memiliki ruangan Augmented Reality, di gedung ini juga terdapat museum mini yang menampilkan sejarah Kabupaten Bandung dan keragaman Suku Sunda. Mulai dari pakaian, alat musik, senjata, dan lainnya. Di lantai dua ada Bookless Library System, Lab Bahasa, dan di lantai tiga ada ruangan 4D Cinema dan ilmu tata surya.

Kehadiran Bookless Library System atau perpustakaan digital kini menjadi magnet baru bagi warga Kabupaten Bandung. Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Bandung Tri Heru Setiati mengatakan perpustakaan digital atau perpustakaan tanpa buku bisa dinikmati menggunakan aplikasi digital, yang ada di smartphone.

(Wisma Putra/detikTravel)(Wisma Putra/detikTravel)
Tri mengungkapkan di perpustakaan digital yang berada di Puser Elmu atau sebutan Gedung Science Center itu memiliki koleksi buku sebanyak 3.000 buku.

"Karena saat ini merupakan era digital, masyarakat dan pelajar dimudahkan dalam mengkonsumsi buku bacaan hanya dengan memanfaatkan smartphone," ungkapnya.

Bagi para pengunjung yang ingin membaca buku digital di Puser Elmu dapat nengunduh aplikasi ELFAN Bookless library System di app store. Buka aplikasi itu dan arahkan kamera smartphone ke barcode buku yang ada di gambar dan terpampang di tembok Puser Elmu lantai dua, maka buku tersebut sudah dapat dibaca.

(Wisma Putra/detikTravel)Belum resmi dibuka, namun sudah ada pengunjung (Wisma Putra/detikTravel)
"Harapan kami dengan adanya perpustakaan digital ini dapat meningkatkan minat baca masyarakat dan meningkatkan budaya literasi di Kabupaten Bandung," harapnya.

Meski gedung ini belum resmi dibuka, warga Kabupaten Bandung sudah dapat menikmatinya. Kini Pemkab Bandung mengajak pihak ketiga atau swasta untuk mengelola gedung tersebut untuk dijadikan sebagai sarana komersil.

(sym/fay)
BERITA TERKAIT
NEWS FEED