Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 14 Des 2017 16:50 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Hotel 'Nyeni' Hasil Kolaborasi 6 Seniman Hadir di Yogya

Ristu Hanafi
Redaksi Travel
Foto: ARTOTEL Yogyakarta hadir di Kota Pelajar (Ristu Hanafi/detikTravel)
Foto: ARTOTEL Yogyakarta hadir di Kota Pelajar (Ristu Hanafi/detikTravel)
Yogyakarta - Predikat Yogyakarta sebagai kota wisata dan pelajar menarik minat investor untuk menanamkan modal. Yang terbaru yaitu hotel 'nyeni' yang asyik buat traveler.

ARTOTEL Yogyakarta hadir sebagai hotel baru dengan gaya arsitektur modern yang dikombinasikan dengan pesona budaya lokal Yogya. Hotel yang dimiliki oleh Rasanto Group ini resmi beroperasi pada 7 Desember 2017.

"Hadirnya ARTOTEL Yogyakarta akan memberi nuansa baru bagi bisnis perhotelan di Yogyakarta. Ini adalah hotel ketiga yang dimiliki Rasanto Group yang beroperasi," kata Direktur Rasanto Group, Handoko Wignjowargo, saat jumpa pers di ARTOTEL Yogyakarta, Jalan Kaliurang Km 5,6 Sleman, Yogyakarta, Kamis (7/12/2017).

Dengan mengusung ciri khas sebagai hotel yang desainnya terinspirasi seni budaya lokal, ARTOTEL Yogyakarta melibatkan 6 orang seniman lokal beraliran seni kontemporer untuk menciptakan unsur artistik pada fasilitasnya. Proses pemilihan seniman dan penentuan karya seni dibantu oleh tim ARTOTEL Project Series dan dikurasi oleh pendiri ART JOG, Heri Pemad.
Seluncuran pengganti tangga (Ristu Hanafi/detikTravel)Seluncuran pengganti tangga (Ristu Hanafi/detikTravel)


Beberapa keunikan juga tampak seperti sliding (seluncuran) bagi tamu sebagai pengganti tangga dari lantai 2 ke lantai 1. Lalu fasad gedung hingga fasilitas interior hotel yang dibalut dengan anyaman sintetis. Dipilihnya anyaman karena memiliki filosofi kuat dan kokoh dalam teknik jalinannya.

"Sebagai hotel desain yang terinspirasi dari seni, ARTOTEL kini hadir di Yogyakarta, salah satu pusat seni dan kreativitas di Indonesia yang masih menjaga tradisi lokal. Saya berharap ARTOTEL Yogyakarta bisa menjadi tempat berkumpul para kreatif muda di Yogya dan dapat semakin mengembangkan kreativitas lokal untuk dikenal di kancah internasional," jelas CEO ARTOTEL Group, Erastus Radjimin.
Salah satu kamar di ARTOTEL (Ristu Hanafi/detikTravel)Salah satu kamar di ARTOTEL (Ristu Hanafi/detikTravel)


Ditambahkannya, meski hotel-hotel tumbuh subur di Yogyakarta, namun ARTOTEL optimis mampu meraih pasar tersendiri dengan desain seni yang ditawarkan. Hadir dengan 105 kamar (ARTmazing Studio) dan fasilitas lengkap lainnya, ARTOTEL Yogyakarta menargetkan tamu dari kalangan wisatawan, pebisnis, instansi pemerintah, hingga kalangan pendidikan.

Kurator Heri Pemad menambahkan, pemilihan seniman lokal yang dilibatkan untuk merespon ARTOTEL Yogyakarta sebagai lanskap berkarya melalui seleksi ketat. Hasilnya 6 orang terpilih untuk menuangkan karya seni rupa kontemporer yang hadir dalam manifestasi eksterior dan interior ruangan.

"Jika ARTOTEL dianalogikan sebagai sebuah platform, maka platform di Yogya sudah seharusnya berbeda," ujarnya.

Sudut-sudut nyeni di ARTOTEL (Ristu Hanafi/detikTravel)Sudut-sudut nyeni di ARTOTEL (Ristu Hanafi/detikTravel)


Keenam seniman yakni Fathoni Makturodi, seniman muda yang menggarap unsur artistik di lantai 9 dengan permainan warna monokrom, terinspirasi legenda Roro Djonggrang. Lalu Soni Irawan, salah satu seniman senior menggarap lantai 8 dengan permainan kolase lukisan dan aksara Jawa, bertema cerita rakyat Aji Saka. Lantai 7 digarap komikus senior Apri Kusbiantoro, bertema Punakawan.

Untuk lantai 6 digarap Uji Hahan mengambil tema legenda Gunung Tidar lewat gaya street art. Lantai 5 digarap Ronald Aprian, mengangkat karakter flora dan fauna dikaitkan dengan cerita rakyat. Kemudian lantai 3 digarap kolaborasi Rara dan Putud dari Tempa Studio, mengambil tema Gunung Merapi dan Gunung Jamurdipa (wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED