Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 12 Jan 2018 18:10 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Hidup Harmoni Bersama Alam di Desa Wisata Ogan Ilir

Raja Adil Siregar
Redaksi Travel
Foto: Wisata sungai di Desa Burai, Ogan Ilir (Raja Adil/detikTravel)
Foto: Wisata sungai di Desa Burai, Ogan Ilir (Raja Adil/detikTravel)
Palembang - Akhir pekan di Palembang, saatnya traveler berwisata kembali ke alam. Rasakan hidup harmoni dengan suasana asri Desa Wisata Burai di Ogan Ilir.

Lokasi destinasi satu ini berada di Desa Burai, Kecamatan Tanjung Batu, Ogan Ilir. Sekilas memang terlihat biasa saja. Tetapi sejauh mata memandang, kita akan disuguhkan hamparan rawa dan sungai yang terdapat banyak kerbau dan burung bangau.

Tingkat kemanan dan keramahan masyarakat yang hidup berdampingan dengan alam menjadi alasan Bupati Ogan Ilir, Ilyas Panji Alam untuk terus mengembangkan potensi yang ada. Termasuk dengan keberadaan kuliner khas pindang dan buah-buahan.

Untuk sampai ke lokasi, akan ada speedboat yang siap mengantar melalui sungai Kelekar dengan jarak tempuh sekitar 30 menit dari dermaga Pemkab Ogan Ilir. Airnya yang jernih membuat ikan yang hidup dibawahnya dapat terlihat secara jelas.

(Raja Adil/detikTravel)(Raja Adil/detikTravel)


Dari sungai Kelekar speedboat akan mengantarkan pengunjung ke salah satu pohon besar yang hidup di wilayah perairan tanpa ada pohon lain. Sehingga masyarakat sekitar menyebutnya sebagai pohon jomblo.

"Desa Burai memang sudah kita rencanakan menjadi desa wisata air, desanya aman dan masyarakatnya ramah. Untuk sampai ke lokasi pengunjung akan melewati pohon tropis dan pohon jomblo, sampai akhirnya nanti bertemu kampung warna-warni di tepian sungai Kelekar," kata Ilyas Panji kepada detikTravel, Jumat (12/1/2018).

(Raja Adil/detikTravel)(Raja Adil/detikTravel)


Tidak hanya itu, tradisi pacu bidar mini yang mulai diselenggarakan sejak 2 hari terakhi untuk mendukung keberadaan desa wisata tak luput dari tujuan utama pengunjung yang datang. Pacu bidar sendiri merupakan tradisi yang selalu ada saat perayaan hari-hari besar di Sumatera Selatan.

"Untuk pacu bidar sudah direncanakan akan diselenggarakan secara rutin, kita lihat saja dari antusias masyarakat yang sangat tinggi terhadap event seperti ini. Apalagi kalau nanti semua fasilitas sudah terpenuhi, saya rasa desa wisata di Burai ini akan menjadi primadona masyarakat," tutupnya. (wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED