Lokasi destinasi satu ini berada di Desa Burai, Kecamatan Tanjung Batu, Ogan Ilir. Sekilas memang terlihat biasa saja. Tetapi sejauh mata memandang, kita akan disuguhkan hamparan rawa dan sungai yang terdapat banyak kerbau dan burung bangau.
Tingkat kemanan dan keramahan masyarakat yang hidup berdampingan dengan alam menjadi alasan Bupati Ogan Ilir, Ilyas Panji Alam untuk terus mengembangkan potensi yang ada. Termasuk dengan keberadaan kuliner khas pindang dan buah-buahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Raja Adil/detikTravel) |
Dari sungai Kelekar speedboat akan mengantarkan pengunjung ke salah satu pohon besar yang hidup di wilayah perairan tanpa ada pohon lain. Sehingga masyarakat sekitar menyebutnya sebagai pohon jomblo.
"Desa Burai memang sudah kita rencanakan menjadi desa wisata air, desanya aman dan masyarakatnya ramah. Untuk sampai ke lokasi pengunjung akan melewati pohon tropis dan pohon jomblo, sampai akhirnya nanti bertemu kampung warna-warni di tepian sungai Kelekar," kata Ilyas Panji kepada detikTravel, Jumat (12/1/2018).
(Raja Adil/detikTravel) |
Tidak hanya itu, tradisi pacu bidar mini yang mulai diselenggarakan sejak 2 hari terakhi untuk mendukung keberadaan desa wisata tak luput dari tujuan utama pengunjung yang datang. Pacu bidar sendiri merupakan tradisi yang selalu ada saat perayaan hari-hari besar di Sumatera Selatan.
"Untuk pacu bidar sudah direncanakan akan diselenggarakan secara rutin, kita lihat saja dari antusias masyarakat yang sangat tinggi terhadap event seperti ini. Apalagi kalau nanti semua fasilitas sudah terpenuhi, saya rasa desa wisata di Burai ini akan menjadi primadona masyarakat," tutupnya. (wsw/wsw)












































(Raja Adil/detikTravel)
(Raja Adil/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama