Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 21 Mar 2018 12:10 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Usai Hari Tanpa Bayangan, Kunjungi 5 Destinasi di Pontianak Ini

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Sunga Kapuas di Pontianak (Kurnia/detikTravel)
Sunga Kapuas di Pontianak (Kurnia/detikTravel)
Pontianak - Tugu Khatulistiwa di Pontianak akan pusat acara Hari Tanpa Bayangan. Usai fenomena alam itu, traveler bisa lanjut jalan-jalan berwisata di Pontianak.

Selain menyaksikan fenomena hari tanpa bayangan di Tugu Khatulistiwa, Pontianak juga menyimpan sejumlah destinasi wisata yang pastinya menarik untuk dikunjungi.

Dihimpun oleh detikTravel, Rabu (21/3/2018), berikut adalah 5 destinasi wisata di Pontianak selain Tugu Khatulistiwa yang bisa jadi rekomendasi untuk dikunjungi setelah usai acara hari tanpa bayangan:

Usai Hari Tanpa Bayangan, Kunjungi 5 Destinasi di Pontianak IniIstana Kadriyah (Juli Trisna Aisyah Sinaga/d'Traveler)
1. Istana Kadriah

Seperti kerajaan di Nusantara pada umumnya, Pontianak juga memiliki Istana Kadriah yang dibangun pada tahun 1771 oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie, Sultan Pertama Pontianak. Alamatnya di Jalan Tanjung Raya I, Pontianak Timur.

Dibangun di dekat pertemuan 3 sungai yang mengalir di Pontianak, yaitu Sungai Landak, Sungai Kapuas Kecil, dan Sungai Kapuas Besar, istana megah ini didominasi dengan warna kuning emas.

Pada bagian depannya diletakkan meriam kuno buatan Prancis dan Portugal. Istana ini menyimpan sejarah panjang berdirinya Kota Pontianak. Benda peninggalan Kesultanan Pontianak pun ada di dalamnya.

Memasuki istana, traveler akan melihat Kaca Pecah Seribu, Al Quran tulisan tangan, lambang kesultanan, lampu hias dan lain sebagainya. Ada juga foto-foto Sultan Pontianak, Silsilah Kerajaan hingga singgasana sultan dan permaisuri.

Usai Hari Tanpa Bayangan, Kunjungi 5 Destinasi di Pontianak IniMasjid Al Jihad (merzagamal/d'Traveler)
2. Masjid Al Jihad

Wisata religi bisa juga dilakukan di Pontianak, seperti berkunjung ke Masjid Al Jihad di persimpangan Jl Gusti Johan Idrus dan Jl Sultan Abdurrahman. Masjid Al Jihad didirikan sejak 1964 di atas lahan seluas 700 m2.

Menariknya, masjid ini dibangun dengan perpaduan arsitektur dari beragam etnis, seperti Dayak, Jawa dan Tionghoa. Rumah ibadah ini pun menjadi landmark yang melambangkan persatuan aneka etnis yang hidup rukun dan damai di Kalimantan Barat.

Pada rangka bangunan utama dengan 2 tangga di kanan dan kiri serambi, terdapat ukiran yang kental dengan nuansa Melayu dan Dayak. Sementara di tiang tangga, ukirannya lebih kental dengan nuansa Jawa.

Sedangkan untuk budaya China tercermin pada sudut atap masjid yang berbentuk kepala naga. Traveler yang berkunjung kemari bisa beribadah sekaligus mengagumi keunikan berbagai sisi masjid.

Usai Hari Tanpa Bayangan, Kunjungi 5 Destinasi di Pontianak IniTugu Digulis (Sastri/detikTravel)
3. Tugu Digulis

Selain Tugu Khatulistiwa, ada lagi tugu yang menarik dikunjungi. Itulah Tugu Digulis di Jl Jenderal Ahmad Yani, di pusat Kota Pontianak. Tugu Digulis dikenal juga sebagai Tugu Bambu Runcing.

Tugu yang menjadi monumen ini menceritakan perjuangan pemuda Kalimantan meraih kemerdekaan RI. Bentuknya memang berupa bambu runcing kuning berjumlah 11 buah yang tinggi menjulang dengan berbagai ukuran.

Traveler pun bisa mengunjunginya untuk mengenang perjuangan 11 orang tokoh pemuda pergerakan Kalimantan Barat, yang gugur saat diasingkan ke Boven Digoel di Irian Barat, serta gugur saat Peristiwa Mandor di Kabupaten Landak.

Usai Hari Tanpa Bayangan, Kunjungi 5 Destinasi di Pontianak IniRumah Rakadng (merzagamal/d'Traveler)
4. Rumah Radakng

Satu lagi objek wisata yang sayang dilewatkan adalah Rumah Radakng di Jalan Sutan Syahrir, Kota Baru, Pontianak. Tepatnya berada dalam kawasan kampung budaya Kota Pontianak.

Inilah replika rumah adat khas Suku Dayak Kanayatn di Kalimantan Barat. Traveler pasti akan dibuat kagum saat melihat rumah ini, karena ukurannya begitu besar.

Panjangnya 138 meter dan tinggi 7 meter. Bisa dibilang, Rumah Radakng merupakan replika rumah adat terbesar di Indonesia. Rumah aslinya juga berukuran sama dan kabarnya dapat menampung hingga 50 keluarga sekaligus.

Usai Hari Tanpa Bayangan, Kunjungi 5 Destinasi di Pontianak IniKedai Kopi Asiang (Mustinana Lestari/detikTravel)
5. Kedai Kopi Asiang

Buka sejak dini hari, kedai kopi Asiang menawarkan pengalaman minum kopi yang berbeda. Traveler tidak akan menjumpai kedai kopi kekinian, tapi kopi rakyat dengan tempat duduk papan kayu dan struk kertas manual.

Kopi yang tersedia hanya kopi susu dan kopi hitam dengan cangkir mungil klasik. Harganya pun ramah di kantong hanya Rp 9.000 saja, namun rasa kopi yang didapat pas dan nikmat.

Selain kopi yang nikmat, salah satu daya tarik dari kedai kopi ini terletak pada atraksi pembuatan kopi secara manual oleh sang pemilik, Asiang.

Saking favoritnya, sudah tidak terhitung lagi pejabat dan orang terkenal yang mampir ke warung pria berusia 62 tahun ini.

Ternyata ada banyak destinasi wisata di Pontianak yang bisa dikunjungi. Semoga bisa jadi rekomendasi usai melihat fenomena hari tanpa bayangan di Tugu Khatulistiwa. (rdy/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED