Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 21 Jul 2018 17:50 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Menengok Makam Menteri Keuangan Era Sunan Gunungjati

Sudirman Wamad
detikTravel
Foto: Makam Tumenggung Aria Wiracula di Cirebon (Sudirman Wamad/detikTravel)
Foto: Makam Tumenggung Aria Wiracula di Cirebon (Sudirman Wamad/detikTravel)
Cirebon - Makam menteri keuangan di era Sunan Gunungjati berada di Cirebon. Tepatnya di belakang Pasar Pagi Kota Cirebon.

Cirebon merupakan salah satu daerah yang multietnis, seperti Tionghoa, India, Arab, dan lainnya. Semua etnis itu memiliki peran masing-masing dalam membangun Cirebon pada era Sunan Gunungjati.

Dahulu, Cirebon menjadi salah satu gerbang perdagangan dunia. Filolog Cirebon Raden Opan Raffan Hasyim menceritakan bahwa pada era Sunan Gunungjati sekitar abad ke-14 hingga 15 perekonomian Cirebon berkembang pesat.

Opan mengatakan saat itu Cirebon memiliki tiga pelabuhan internasional, yakni Muara Jati Cirebon, Pelabuhan Banten, dan Pelabuhan Sunda Kelapa. Menurut Opan, kejayaan perekonomian Cirebon itu tak lepas dari peran para etnis Tionghoa.

"Pelabuhan-pelabuhan itu pernah menjadi tujuan ekspor dan impor di dunia. Barang-barang yang diekspor dan impor seperti kayu jati, kopi, rempah-rempah, beras, dan lainnya. Pesatnya kemajuan perekonomian Cirebon juga tidak jauh dari peran etnis Tionghoa," kata Opan kepada detikTravel melalui sambungan telepon, Sabtu (21/7/2018).

Pada masa itu, lanjut Opan, Sunan Gunungjati menunjuk salah seorang dari etnis Tionghoa ke dalam pemerintahannya, yakni Tumenggung Aria Wiracula sebagai menteri keuangan. Aria Wiracula memiliki nama lain yakni Tan Sam Tjai Khong.

BACA JUGA: Tari Sintren dari Cirebon yang Penuh Filosofi Hidup

Opan menjelaskan Tumenggung Aria Wiracula memiliki keahlian dalam mengatur keuangan, termasuk mengendalikan tiga pelabuhan yang masuk wilayah Cirebon saat itu.

"Potensi-potensi lainnya juga ikut dikembangkan, seperti pasar tradisional, pemanfaatan dinar dan dirham, dan lainnya. Namun, era itu tak berlangsung lama, setelah Sunan Gunungjati memasuki masa tuanya. Wilayah Cirebon pun dibagi-bagi," tutup Opan.

(Sudirman Wamad/detikTravel)(Sudirman Wamad/detikTravel) Foto: undefined
Makam Tumenggung Aria Wiracula ini terletak di belakang Pasar Pagi Kota Cirebon, Kecamatan Kejaksan. Pemerintah Kota Cirebon menetapkan makam Tumenggung Aria Wiracula itu sebagai cagar budaya.

Warga Tionghoa pun kerap berziarah ke makam menteri keuangan pada era Sunan Gunungjati itu. Hal tersebut dibuktikan adanya bekas pembakaran dupa.

(Sudirman Wamad/detikTravel)(Sudirman Wamad/detikTravel)
(krn/krn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED