Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 15 Agu 2018 12:50 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Kampung Adat Terindah di Sumba

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Foto: (Randy/detikTravel)
Foto: (Randy/detikTravel)
Sumba Barat Daya - Liburan ke Sumba tak lengkap tanpa mampir ke kampung adat. Salah satu yang terindah adalah Kampung Adat Ratenggaro di Sumba Barat Daya.

Berjarak sekitar 35 Km dari Bandar Udara Tambolaka, Kampung Adat Ratenggaro menjadi salah satu destinasi budaya Sumba. detikTravel pun sempat berkunjung ke sana pada Jumat pekan lalu (10/8/2018).

Menggunakan mobil sewaan, butuh waktu sekitar 1 setengah jam untuk mencapainya. Maklum, belum ada kendaraan umum untuk mencapai desa ini.

Setibanya di Ratenggaro, panorama kuburan batu megalitikum langsung menyambut. Aneka batu berukuran raksasa dengan pahatan nama-nama menjadi penghias tiap kuburan itu.

Ya, Kampung Adat Ratenggaro memang dikenal akan banyaknya kuburan megalitikum. Secara arti kata, 'Rate' berarti kuburan dan 'Garo' merujuk orang-orang Garo. Kuburan orang-orang Garo, demikian arti namanya.

Kuburan megalitikum di Ratenggaro (Randy/detikTravel)Kuburan megalitikum di Ratenggaro (Randy/detikTravel) Foto: undefined


Tak jauh dari kuburan megalitikum, traveler dapat menjumpai sejumlah rumah adat Sumba (Uma Kelada). Ciri khasnya, rumah ini berbentuk panggung dan memiliki atap tinggi yang ditutupi oleh jerami. Jangan lupa juga untuk membayar biaya retribusi di awal.

"Rumah ketua adat yang atapnya paling tinggi," ujar pemandu kami, Indra.

Walau mirip, setiap rumah adat memiliki tinggi atap yang berbeda-beda. Konon tingginya menjadi status di kampung adat. Setiap rumah pun ditinggali oleh beberapa orang yang masih keluarga.

 Pantai Ratenggaro (Randy/detikTravel) Pantai Ratenggaro (Randy/detikTravel) Foto: undefined


Menariknya lagi, Kampung Adat Ratenggaro langsung menghadap muara Sungai Waiha dan pantai. Di seberangnya pun tampak Kampung Adat Waingapu. Indah bukan main!

Selain bisa melihat kuburan batu dan rumah adat, traveler juga bisa membeli aneka kain tenun dan kerajinan tangan yang dibuat oleh warga lokal.

 Kerajinan lokal berupa kain tenun (Randy/detikTravel) Kerajinan lokal berupa kain tenun (Randy/detikTravel) Foto: undefined


Namun, traveler harus siap apabila ditawari barang oleh warga lokal. Tolak lah dengan tegas apabila tak ingin membeli.

Akan lebih baik juga bila kamu membawa permen dan buku tulis untuk anak-anak di kampung ini. Hanya saja, jangan pernah memberi uang ke anak-anak karena akan menjadi kebiasaan tak baik.


Tonton juga video: 'Keindahan Rumah Adat Tradisional Sumba di Waikabubak'

[Gambas:Video 20detik]

(rdy/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED