Museum Fatahillah Gelar Pameran Asian Games 1962, Bukti Kejayaan Indonesia

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Museum Fatahillah Gelar Pameran Asian Games 1962, Bukti Kejayaan Indonesia

Johanes Randy Prakoso - detikTravel
Sabtu, 18 Agu 2018 21:42 WIB
Museum Fatahillah Gelar Pameran Asian Games 1962, Bukti Kejayaan Indonesia
Foto: Johanes Randy/detikTravel
Jakarta - Promosi Asian Games 2018 turut didukung oleh Museum Fatahillah. Hal itu pun bisa dilihat dalam pameran Asian Games 1962 di area halaman museum. Yuk!

Pameran yang diselenggarakan dari 12 Agustus sampai 9 September 2018 ini bercerita akan perjuangan Indonesia sebagai tuan rumah dari Asian Games 1962. Kala itu, Indonesia berhasil meraih peringkat dua sebagai pengkoleksi meas terbanyak. 1 peringkat di bawab Jepang sebagai juara tahun itu.

Kisahnya pun dikemas apik dalam deretan tulisan bergambar yang ditempel di dinding ruang pameran. Traveler yang mau tahu lebih jauh tentang Asian Games 1962 bisa mampir ke Museum Fatahillah. detikTravel pun merangkum kisahnya khusus untuk kamu pembaca setia detikTravel, Sabtu (18/8/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masa awal kemerdekaan

Setelah merdeka pada 17 Agustus 1945, indonesia berharap agar bisa tampil dalam gelanggang internasional sekelas olimpiade. Oleh sebab itu didirikan komite olimpiade indonesia (KOI) pada tahun. 1947. Hanya walau telah diakui Olympic Committee (IOC) di tahun yang sama, tapi indonesia belumm bisa ikut Olimpiade di Inggris tahun 1948.

Museum Fatahillah Gelar Pameran Asian Games 1962, Bukti Kejayaan IndonesiaFoto: Johanes Randy/detikTravel


Lahirnya Asian Games

Pada Februari 1934, Menteri Olahraga India, Sondhi bersama Maharaja Yadvendra Sing of Patiala memutuskan mengadakan meeting di Stadion New Delhi, India. Kemudian lahirlah Western Asiatic Games I yang jadi cikal bakal Asian Games.

1947 PM India Pandit Jawaharlal Nehru memgadakan Konferensi Hubungan Negara-negara Asia (Asian Relations Conference) mengajukan gagasan pesta olahraga yang diikuti seluruh negara Asia. Indonesia ikut di dalamnya.

1948 gagasan Sondhi dikemukakan kepada staf negara Asia saat ikut Olimpiade London. Berlokasi di Hotel Mount Royal London, Shondi dan Maharaja Yadvendra Sing mendirikan sebuah federasi atletik amatir asia (Asian Amateur Athletic Federation).

13 Feb 1949, Indonesia mengirim delegasi dipimpin oleh Atase Media Massa Indonesia , AB Lubis ke India untuk menghadiri Konferensi Hubungan Asia di New Delhi. Di tahun yang sama, para peserta konferensi juga sepakat mengganti nama Asian Amateur Athletic Federation (AAAF) jadi Asian Games Federation (AGF).

1951, Indonesia pertama kali ingin ikut sebagai tuan rumah sejak pertemuan AGF di New Delhi tahun. Hanya saja, kondisi perekonomian Indonesia yang tak stabil membuat para negara peserta AGF tak yakin akan Indonesia. Proposal Indonesia untuk jadi tuan rumah terus ditolak.

Museum Fatahillah Gelar Pameran Asian Games 1962, Bukti Kejayaan IndonesiaFoto: Johanes Randy/detikTravel


Indonesia jadi tuan rumah

Namun, kegigihan Soekarno untuk terus memperjuangkan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games tembus saat sidang AGF 23 Mei 1958. Di momen yang sama Indonesia berhasil mendapat restu para negara anggota AGF sebagai tuan rumah Asian Games 1962, menyisihkan Karachi (Pakistan) dan Taipei (Taiwan) yang lebih diunggulkan.

Peluang itu pun tak disia-siakan oleh Soekarno. 23 Oktober 1958, Soekarno menyatakan pembangunan sarana .

Lahir Kepres No.113 tahun 1959 tertanggal 11 Mei 1959 tentang pembentukan badan-badan untuk organisasi penyelenggaraan Asian Games IV di Jakarta (ICAG) Dewan Asian Games Indonesia (DAGI

Pembangunan stadion Gelora Bung Karno di Senayan terus dikejar, begitu juga pembangunan Hotel Indonesia selaku Wisma Atlet dan Monumen Selamat Datang. Meminjam dana dari Uni Soviet hingga rampasan perang Jepang, semuanya rampung di tahun 1962.

Sebagai tuan rumah, Indonesia pun berhasil memboyong 51 medali yang terdiri dari 11 emas, 12 perak dan 28 perunggu. Prestasi yang boleh dibilang cukup membanggakan. Indonesia berada di peringkat dua saat itu.

Terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah juga semakin mengokohkan posisi Indonesia di mata dunia sebagai salah satu pemimpin negara Asia. Pujian pun berdatangan dari sejumlah negara peserta AGF.

Wakil komite eksekutif AGF seperti Sondhi (India), Sales (Hong Kong) Gunsun Goh (Taiwan) mengakui kalau upaya memusatkan sport venues dan internasional village dalam 1 komplek merupakan yang pertama dan terbaik di dunia.

Para wakil komite juga menyatakan kekaguman akan SU GBK sebagai yang terbesar dan terindah di seluruh Asia.

"Stadium raksasa yang mampu menampung 100 ribu orang itu dilapisi atap kualitas terbaik pada masanya," tulis Stefan Hubner dalam the Fourth Asian Games in a Transnational Perspective.

Museum Fatahillah Gelar Pameran Asian Games 1962, Bukti Kejayaan IndonesiaFoto: Johanes Randy/detikTravel


Indonesia sempat diskorsing

Hanya saja, keberhasilan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 1962 sempat tercoreng karena mundurnya kontingen Israel dan Taiwan karena tidak mendapat visa oleh kemlu RI (Menlu Subandrio) akibat tak punya hubungan diplomatik dengan Indonesia.

Situasi memanas, lalu Badan Pelaksana Komite Olimpiade Internasional (IOC) menjatuhkan skorsing pada Indonesia tahun 1963 berupa penganuliran Asian Games 1962. Namun, Soekarno tak gentar. Skorsing pun dicabut di tahun yang sama.

Itulah sekelumit kisah dan perjuangan Indonesia untuk menjadi tuan rumah Asian Games di tahun 1962. Apakah prestasi dan kebanggan serupa dapat terulang pada Asian Games 2018 tahun ini di Jakarta? Ayo dukung terus atlet Indonesia!

Apabila kamu ingin napak tilas sejarah Asian Games 1962, pameran di Musem Sejarah Jakarta (Fatahillah) buka setiap hari dari pagi hingga pukup 17.00 WIB. Harga tiket masuknya adalah Rp 5 ribu per orang. (wsw/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads