Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 21 Agu 2018 12:10 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Sepasang Telapak Kaki Misterius di Gunung Putri, Ciamis

Dadang Hermansyah
detikTravel
Tapak Putri Terbalik di Ciamis (Dadang Hermansyah/detikTravel)
Tapak Putri Terbalik di Ciamis (Dadang Hermansyah/detikTravel)
Ciamis - Di sela pepohonan rimbun kawasan Gunung Putri, Ciamis, ada batu besar dengan telapak kaki di permukaannya. Asal muasal telapak kaki tersebut masih misterius.

Gunung Putri di Dusun Cipaku Girang, Desa/Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis punya batu besar yang menarik perhatian. Sebentuk telapak kaki manusia terlihat di sisi atas batu besar itu. Diduga batu tersebut merupakan peninggalan sejarah pada zaman kerajaan.

Keberadaannya sudah mulai dilupakan sehingga terlihat seperti tidak terurus. Padahal bila digali dan diteliti lebih dalam, bisa jadi ini salah satu peninggalan kerajaan.

Saat detikTravel ke lokasi telapak kaki, sejak di perjalanan sekitar Gunung Putri itu memang terdapat banyak batu berukuran sedang dan besar, berbeda dari pegunungan lainnya yang banyak ditumbuhi pepohonan saja.

Jarak dari jalan desa menuju gunung sekitar 1 kilometer, ditempuh dengan berjalan kaki. Menuju ke sana, traveler disuguhkan pemandangan yang indah dan asri pegunungan. Tak terasa, sampailah di spot batu itu berada.

(Dadang Hermansyah/detikTravel)(Dadang Hermansyah/detikTravel)

Kepala Desa Cipaku Juhana membenarkan batu itu ditemukan puluhan tahun lalu, sekitar 1960-an. Diduga peninggalan sejarah yang sampai sekarang belum terungkap. Baru berdasarkan cerita masyarakat secara turun-temurun.

Warga mengenal telapak kaki ini dengan sebutan Tapak Putri Terbalik. Karena telapak kaki tidak menghadap ke satu arah, melainkan berlawanan. Telapak kaki ini diduga petilasan kaki Nyi Putri Marahmah Galih, yang merupakan putri seorang raja. Lokasi ini konon dulunya digunakan untuk tempat beristirahat.

"Di sekitar batu itu terdapat tulisan Sunda kuno, namun karena banyak tumbuh lumut sehingga tidak jelas terbaca. Itu juga belum bisa diterjemahkan," katanya, Senin (20/8/2018).

(Dadang Hermansyah/detikTravel)(Dadang Hermansyah/detikTravel)

Menurut Juhana, untuk mengungkap sejarah batu tersebut, perlu ada tim ahli yang turun langsung. Dengan demikian, akan terungkap apakah keberadaannya berkaitan dengan sejarah kerajaan Tatar Galuh atau tidak.

"Jika sudah terungkap ini akan menjadi salah satu potensi wisata, tidak menutup kemungkinan akan banyak pengunjung dan budayawan yang datang, juga ada pembenaran cerita batu Tapak Putri Terbalik, ini dapat menjadi sumber pendapatan asli desa," jelasnya.

Sementara itu, Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Ciamis Tetet Widiyanti mengaku sampai saat ini selama bertugas di cagar budaya, belum mendapat laporan secara resmi adanya penemunan telapak kaki pada batu tersebut.

BACA JUGA: Kisah Kolam Ajaib di Ciamis

"Kalau laporan resmi dari desa belum ada, itu dilampirkan foto-foto dan deskripsi cerita yang berkembang. Tentunya kami akan langsung melakukan pengecekan, bahkan bisa diajukan ke badan arkeolog," kata Tetet saat ditemui di Kantornya.

Kata dia, setelah ada penelitian dari arkeolog, bisa saja nantinya lokasi itu ditetapkan menjadi cagar budaya. "Jadi tidak hanya sekadar batu bertapak tapi ada ceritanya yang bisa ditetapkan menjadi cagar budaya. Jadi kepada pihak desa kami tunggu laporannya secara resmi," ucap Tetet. (bnl/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED