Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 17 Sep 2018 18:50 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Gunung Lawu dan Cerita Soeharto Berkuasa 32 Tahun

Sugeng Harianto
detikTravel
Almarhum Soeharto, presiden kedua RI (Grandyos Zafna/detikTravel)
Almarhum Soeharto, presiden kedua RI (Grandyos Zafna/detikTravel)
Magetan - Cerita mistis Gunung Lawu senantiasa menemani para traveler yang mendakinya. Salah satu ceritanya tentang kekuatan supranatural yang bikin Presiden Soeharto berkuasa 32 tahun.

Cerita ini bisa didengar pendaki kalau mengobrol dengan warga desa. Ceritanya adalah selama menjabat sebagai presiden, Soeharto sering mendaki Gunung https://www.detik.com/tag/gunung/ Lawu. Ia melakukan ritual-ritual yang diyakini masyarakat bisa melanggengkan kekuasaannya.

"Pak Soeharto itu semasa masih mejabat dikabarkan sering ke Gunung Lawu. Ke puncak dan ritual doa di sendang (tempat yang dikeramatkan) di Cemoro Sewu," terang Kepala Dusun Cemoro Sewu, Magetan Agus kepada detikTravel, Minggu (16/9/2018).

Di Cemoro Sewu memang ada tempat yang menjadi lokasi persinggahan para pendaki dan peziarah saat bulan Muharam atau Suro. Tempat itu menjadi rumah singgah pula oleh pejabat termasuk, Presiden Soeharto yakni pemandian Sendang Lanang dan Sendang Putri dan Punden Raden Bagus Bancolono.

"Ada pemandian Sendang Lanang dan Sendang Putri di Cemoro Sewu ini yang konon sering di buat mandi Pak Soeharto dan istrinya sampai sekarang sering di kunjungi peziarah," katanya.
Gunung Lawu dan Cerita Soeharto Berkuasa 32 TahunPeziarah dan pendaki di Cemoro Sewu (Sugeng Harianto/detikTravel)


Hal senada juga diungkapkan oleh salah satu pengunjung yang menggelar ritual dan doa ke Sendang Lanang dan Sendang Putri asal Mojokerto, Wahid (45). Dirinya sering datang karena mendengar Presiden Soeharto sering melakukan ritual di Gunung Lawu.

"Presiden Soeharto dulu sering ke sini Mas, saat masih menjabat. Makanya ketika meninggal makamnya di lereng Gunung Lawu. Kita berdoa untuk mendoakan leluhur raja Majapahit yakni Brawijaya yang dipercaya masih berada di Gunung Lawu," katanya.

Wahid mengaku dirinya setiap tahun pada bulan Suro seperti saat sekarang ini selalu datang ke Gunung Lawu. Tujuannya dia mendaki yakni Hargo Dalem puncak Gunung Lawu serta pemandian sendang Lanang dan Sendang Putri serta Punden Raden Bagus Bancolono.

Dari ketiga lokasi ini untuk Sendang Lanang dan Sendang Putri berada di wilayah Cemoro Sewu Magetan sedangkan Punden Raden Bagus Bancolono masuk wilayah Karangnyar, Jawa Tengah. Perbedaan wilayah itu tampak berbatas dengan sebuah sungai kecil yang hanya saat hujan teraliri air dan jarak hanya sekitar 30 meter melewati jalan setapak.

Sedangkan diatas lokasi ritual ketiga lokasi tersebut merupakan jembatan jalan antar provinsi penghubung dari Magetan, Jawa Timur ke Karanganyar, Jawa Tengah. Pantauan detikTravel saat itu, para peziarah yang datang tampak berdoa baik di Sendang Lanang dan Sendang Putri serta Punden Radeb Bagus Bancolono.

Mereka tampak berdoa menurut keyakinan peziarah. Tampak peziarah mengenakan peci berbaju serba hitam mengaji secara berkelompok. Aroma wangi menyengat di lokasi tersebut karena peziarah juga membakar dupa. (msl/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED