Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 22 Nov 2018 18:55 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Minyak Berkhasiat Khas Lombok, Dibuat Saat Maulid Nabi

Faruk Nickyrawi
detikTravel
Foto: Membuat minyak Songak di Lombok (Faruk Nickyrawi/detikTravel)
Foto: Membuat minyak Songak di Lombok (Faruk Nickyrawi/detikTravel)
Lombok Timur - Selain kain tenun, Lombok punya minyak Songak yang unik. Minyak ini hanya dibuat ketika momen Maulid Nabi.

Nusa Tenggara Barat memang tidak ada habisnya soal tradisi dan budaya. Hampir semua wilayah yang ada di tanah itu khususnya Pulau Lombok atau tanah Sasak memiliki tradisi yang unik.

Salah satunya adalah tradisi pembuatan minyak Songak yang hanya dapat dilakukan pada 12 Rabiul Awal atau yang bertepatan dengan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Minyak Songak adalah sebuah obat-obatan tradisional khas Lombok yang tidak dapat ditemukan ditempat lain. Khasiat dari pada minyak Songak ini terkenal ampuh dalam mengobati luka-luka sabetan senjata tajam, atau luka robek akibat kecelakaan.

Songak adalah nama sebuah Desa yang berada di Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur. Dinamakan minyak Songak, karena obat ini hanya ada dan hanya dibuat oleh warga Desa Songak sejak zaman nenek moyang.

(Faruk Nickyrawi/detikTravel)(Faruk Nickyrawi/detikTravel)
Bahan dasar pembuatan minyak Songak ini adalah santan kelapa parut kemudian dicampurkan dengan bahan lainnya seperti jahe, kunyit, ketumbar dan beberapa bahan lainnya yang dirahasiakan.

Dalam proses pembuatannya, santan kelapa dipanaskan hingga mendidih kemudian saripati dipisahkan dengan ampasnya. Lalu dicampurkan dengan bahan-bahan herbal tadi. Di tengah campuran bahan tadi dalam keadaan mendidih, ada mantra atau doa khusus supaya menjadikan minyak ini berkhasiat untuk obat yang mujarab.

Dalam meramu bahan-bahannya, tidak sembarangan orang bisa melakukannya. Harus dilakukan oleh orang-orang suci atau yang tidak dengan hadas kecil maupun hadas besar. Terlebih dahulu pembuatnya harus mengambil air wudhu.

(Faruk Nickyrawi/detikTravel)(Faruk Nickyrawi/detikTravel)
Setelah jadi, minyak Songak ini tidak langsung dibagikan, terlebih dahulu harus dibawa ke masjid untuk dibacakan doa-doa khusus serta lafal zikir. Ritual ini dipercaya sebagai permohonan keberkahan kepada Allah SWT.

Ketua Lembaga Adat Darmajagat Desa Songak, Murdiyah, menyebut minyak Songak ini sebagai bebadong (pegangan) ketika ada musibah. Karena memiliki banyak jenis serta julukannya. Setiap jenis pun cara pembuatannya berbeda-beda pula.

"Pembuatan minyak Songak ini sebenarnya tidak bisa dilaksanakan di luar desa, itu pesan orangtua kita dulu. Jika dibuat di luar, maka tidak akan ada khasiatnya," ungkapnya pada detikTravel.

Zaman dulu, minyak Songak digunakan sebagai ramuan untuk ilmu kekebalan tubuh. Karena saat itu terjadi pertikaian dan perkelahian antar kampung. Namun kebiasaan itu telah ditiadakan sehingga kini digunakan sebagai obat luka-luka.

Sayangnya, minyak Songak ini tidak diperjualbelikan oleh warga. Jika ingin memilikinya, datang saja langsung ke Desa Songak maka warga akan memberikan secara sukarela. (krn/krn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA