Nama Gili Air memang kurang terdengar di kuping wisatawan domestik. Kebanyakan wisatawan Indonesia lebih senang datang ke Lombok atau Gili Trawangan. Rupanya ada alasan tertentu di balik betahnya turis di Gili Air.
"Perbedaan alam jadi tujuan utama. Mereka suka yang hangat," ujar Andi Ananto, GM Mola Mola Resort, GIli Air, Lombok, Minggu (25/11/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Turis Australia dan Asia sangat jarang ditemui di Gili Air. Karena Gili Air tidak memiliki wisata malam atau night live.
"Kebanyakan yang datang itu honeymooners, second honeymoon dan family," tutur Andi.
Belum lagi panas yang terus ada sepanjang tahun, membuat Gili Air menjadi menarik bagi turis Eropa. Kebanyakan dari mereka akan berjemur dan bersepeda di Gili Air. Budaya yang kental juga jadi salah satunya.
Gili Air memang hanya menggunakan transportasi berupa sepeda dan cidomo, semacam delman. Kendaran sepeda motor hanya dipakai untuk aktivitas tertentu saja.
Wisatawan hanya bisa menyewa sepeda atau naik cidomo untuk berkeliling Gili Air. Harganya sekitar Rp 30-40 ribu sehari. Kamu kapan mau ke sini?












































Komentar Terbanyak
Setelah Viral Dugaan Diskriminasi WNI di Acara Lari, Entourage Bali Minta Maaf
Viral Sawah Bergaya Sabana di Prambanan, Petani Protes Lahan Jadi Tempat Bikin Konten
Media Asing Ikut Soroti Polemik Entourage Bali yang Diduga Diskriminasi WNI