Kebanggaannya Orang Tarakan, Museum Rumah Bundar

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kebanggaannya Orang Tarakan, Museum Rumah Bundar

Tim detikcom - detikTravel
Rabu, 28 Nov 2018 14:12 WIB
Kebanggaannya Orang Tarakan, Museum Rumah Bundar
Foto: Kota Tarakan (Durio/kontributor pasangmata)
Tarakan - Liburan ke Kota Tarakan, Kalimantan Utara, ada sebuah tempat yang wajib kamu kunjungi. Selain unik tempat ini juga bersejarah, inilah Museum Rumah Bundar.

Seperti dilansir dari Antara, Rabu (28/11/2018) isi dari museum ini berisikan barang bernilai sejarah. Sebut saja perlengkapan tentara Jepang dan sekutu serta bangunan itu sendiri yang dibangun sejak 1930-an.

Museum Rumah Bundar di Jalan Danau Jempang atau 15 menit dari Bandara Juwata adalah bangunan peninggalan Belanda. Nama Museum Rumah Bundar diberikan karena atapnya seperti bulatan drum yang dipotong rata di tengahnya. Wah!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rumah seluas 6 x 12 itu kemudian difungsikan 1945 oleh tentara Sekutu sebagai pusat kegiatan untuk memperbaiki lingkungan di Tarakan. Perbaikan lingkungan yang rusak berat diakibatkan oleh perang dunia ke-2 saat melumpuhkan Tentara Jepang.

Tarakan menjadi daerah bersejarah karena tempat tentara Jepang pertama kali mendarat 1947. Tarakan juga tercatat sebagai daerah palagan Perang Dunia II (World War II).

Kekayaan sumber daya alam Tarakan, yakni minyak tanah menjadi salah satu magnet bagi kekuatan asing untuk menguasai pulau itu. Kekayaan itu juga jadi petaka karena mengobarkan peperangan.

Bahkan menurut catatan sejarah, perang di Tarakan lebih sengit ketimbang perang Pearl Hambour. Namun, perang Pearl Hambour lebih terkenal karena perang antara tentara Jepang dan Amerika di Hawai itu sering dijadikan tema film Hollywood.

Selain jadi tempat bersejarah, di Museum Rumah Bundar juga terdapat pedang samurai, peluru, senjata, baling-baling pesawat tempur, sepatu para penjajah, dan helm tentara sekutu.

Di sana juga banyak foto-foto saat terjadinya Perang Dunia ke-2 di Tarakan.

Donna, adalah satu staf Museum Rumah Bundar mengatakan bahwa jumlah pengunjung lokal relatif sedikit yang datang.

Jumlah pengunjung secara rombongan banyak datang dari kelompok mahasiswa dari luar daerah, rombongan pejabat dari Jakarta. Rombongan wisatawan mancanegara, khususnya Australia, Jepang dan Amerika pun tertarik untuk datang ke Museum Rumah Bundar. (bnl/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads