Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 14 Des 2018 09:20 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Sampah Disulap Jadi Karya Seni Indah di Maros

Moehammad Bakrie
detikTravel
Karya seni yang terbuat dari sampah di Maros (Bakrie/detikTravel)
Karya seni yang terbuat dari sampah di Maros (Bakrie/detikTravel)
Maros - Seniman di Maros ini berhasil mengubah sampah jadi karya seni yang indah. Lewat karyanya ini, dia berharap bisa memajukan pariwisata di daerahnya.

Di tangan seorang seniman, benda yang tidak memiliki nilai sama sekali, bisa disulap menjadi barang berharga dengan nilai seni yang tinggi. Seperti yang dilakukan oleh seorang seniman di Maros, Sulawesi Selatan, semua benda yang awalnya hanya menjadi sampah, ia buat menjadi karya seni yang unik.

Ia adalah Alimin Assegaf, warga jalan Bambu Runcing, Kelurahan Pettuadae, Kecamatan Turikale, Maros. Tak hanya telaten berbisnis aneka oleh-oleh khas Maros, pria kelahiran 1971 ini juga sangat mahir membuat kerajinan tangan dari barang bekas yang ada di sekitar rumahnya.

Mulai dari akar pohon, tegel pecah, kabel telepon hingga arang bekas ia sulap menjadi sebuah karya seni abstrak yang bernilai tinggi. Setiap karya yang ia buat, selalu menggunakan tema tertentu, mulai dari cinta hingga tema literasi.

Ia mengaku, ide membuat karya seni itu didapatkan dari banyaknya sampah di sekitar rumahnya.

"Kalau buat kerajinan tangan begini, sudah saya lakoni sekitar 10 tahun lalu. Tapi baru saya geluti sekitar dua bulan terakhir. Semua bahan yang saya gunakan ini saya ambil di sekitar rumah saja, mulai dari bekas aspal sampai arang bekas," katanya kepada detikTravel, Rabu (12/12/2018).

Alimin Assegaf (Bakrie/detikTravel)Alimin Assegaf (Bakrie/detikTravel)
Untuk membuat satu karya, ia terlebih dahulu mencari ide tema yang akan ia buat. Beradasarkan tema itu, ia lalu mengumpulkan barang-barang bekas yang akan ia rangkai menjadi satu karya. Benda-benda bekas itupun ia dapatkan tidak jauh dari sekitar rumahnya.

"Jadi yang duluan itu ide temanya dulu. Misalkan soal putus cinta, nah saya mencari bahan yang bisa merepresentasikan makna putus cinta itu, seperti belahan cangkang telur dan patahan ranting. Nah ini saya rangkai jadi satu dengan pemilihan posisi yang tepat," sambungnya.

Soal harga, menurutnya sangat relatif. Tergantung selera pembeli atau pemesan karyanya itu. Ia bahkan tidak pernah mematok satu harga untuk setiap karyanya. Baginya, sebuah karya seni tidak boleh tersandera dengan nilai nominal saja, tapi lebih pada kepuasan seseorang dalam melihat satu karya itu.

"Saya tidak pernah mematok harganya. Karena jujur, untuk satu karya ini, nyaris tidak ada modalnya. Yah paling lem sama cat warna saja, selebihnya kan sampah. Nah yang mahal memang hanya di ide pembuatannya saja saat menyusun tema apa begitu," tuturnya.

Karya seni dari sampah (Bakrie/detikTravel)Karya seni dari sampah (Bakrie/detikTravel)
Sejauh ini, Alimin mengaku tengah fokus untuk pengembangan kerajinan tangan khas Maros, seperti miniatur karst Rammang-Rammang. Kedepannya, miniatur yang ia buat dari arang bekas ini, akan ia buat secara massal untuk dijadikan suvenir di tempat wisata karst Rammang-Rammang.

Selain terus mengembangkan bisnis kuliner oleh-oleh khas Maros, pemilik Panorama Food oleh-oleh khas Maros ini berharap, dirinya bisa menumbuh kembangkan kreasi kerajinan tangan di daerahnya. Selain untuk menciptakan lapangan kerja baru bagi anak-anak muda, pemanfaatan barang bekas ini juga sebagai kampanye lingkungan hidup.

"Saya kembangkan kerajinan begini, berharap bisa satu paket dengan bisnis oleh-oleh yang saya geluti saat ini. Maros ini sangat potensial karena industri pariwisatanya mulai bangkit. Tentunya ini bisa jadi lapangan kerja baru dan ikut berkampanye soal kelestarian lingkungan," pungkasnya.



Tonton juga 'Tampil Stylish dengan Tas Daur Ulang Berbahan Kantong Plastik':

[Gambas:Video 20detik]


(rdy/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA