Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 15 Des 2018 18:35 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Raga Sakti, Pohon Keramat Peninggalan Pangeran Cakrabuana

Sudirman Wamad
detikTravel
Pohon Raga Sakti (Sudirman Wamad/detikTravel)
Pohon Raga Sakti (Sudirman Wamad/detikTravel)
Cirebon - Budaya mengalir kental dalam masyarakat Cirebon. Salah satu legenda yang masih hidup adalah Raga Sakti. Inilah pohon keramat warisan Pangeran Cakrabuana.

Raga Sakti adalah pohon kramat yang usianya ratusan tahun. Pohon kramat ini memiliki batang kayu yang unik, berlipat-lipat dan melilit pohon-pohon di sekitarnya.

Pohon Raga Sakti merupakan pohon kramat peninggalan Mbah Kuwu Sangkan alias Pangeran Cakrabuana. Pohon Raga Sakti ini berada di Situs Cimandung, Desa Kerandon, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

"Pohon ini ditanam oleh Mbah Kuwu Sangkan. Saya kurang tahu pasti usianya berapa, yang jelas sudah berabad-abad," kata Nartija (42) selaku juru kunci Situs Cimandung saat berbincang dengan detikTravel, Jumat (14/12/2018).

Raga Sakti, Pohon Keramat Peninggalan Pangeran CakrabuanaFoto: (Sudirman Wamad/detikTravel)


Pohon Raga Sakti terlihat kekar dengan bentuk tinggi menjulang. Kekaran pohon Raga Sakti dikuatkan dengan keberadaan patung Harimau Lawuk. Harimau berwarna putih ini jadi simbol peliharaan Pangeran Cakrabuana atau Mbah Kuwu Sangkan. Konon, kayu pohon Raga Sakti diyakini membawa keselamatan.

"Raga Sakti itu memiliki maknsa sebagai perisai. Diyakini mampu menolak hal-hal buruk, atau pembawa kesalamatan," kata Nartija.

Nartija menceritakan Mbah Kuwu Sangkan pernah membawa kayu pohon Raga Sakti dalam pengembaraannya menyiarkan agam Islam. Kayu Raga Sakti tersebut, dikatakan Nartija, membuat takut musuh-musuh Mbah Kuwu Sangkan, karena kayu tersebut terlihat seperti ular besar yang mendampingi Mbah Kuwu Sangkan.

"Lawannya pada kabur saat melihat Mbah Kuwu Sangkan membawa kayu ini. Ya menurut orang tua dulu mah kalau kita membawa kayu ini, kita itu kaya dilindungi sesosok ular naga. Tapi tetap, kayakinan kita harus kepada Allah. Kayu mah medianya saja," ucap Nartija.

Raga Sakti, Pohon Keramat Peninggalan Pangeran CakrabuanaFoto: (Sudirman Wamad/detikTravel)


Keyikanan masyarakat akan kekuatan kayu Raga Sakti itu, dikatakan Nartija, membuat kayu Raga Sakti diburu. Bahkan, dikatakan Nartija, beberapa masyarakat ada yang nekat mencuri kayu Raga Sakti.

"Pernah ada yang mencuri kayunya, beberapa hari kemudian kayunya dibalikan. Pencuri itu mengaku dibayang-bayangi sosok ular," katanya.

Nartija tak melarang masyarakat mengambil kayu Raga Sakti. Nartija membolehkan masyarakat mengambil kayu Raga Sakti dengan syarat kayu yang diambil merupakan bagian batang yang sudah rapuh, atau jatuh.

"Silakan saja, ya bilang dulu ke kami. Nanti kalau ada kayu yang patah atau jatuh dari pohonnya, silakan bisa dibawa. Katanya, yang bagus itu kayu yang jatuhnya pada hari Jumat kliwon," ucapnya.

Raga Sakti, Pohon Keramat Peninggalan Pangeran CakrabuanaFoto: (Sudirman Wamad/detikTravel)
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED