Trenggalek Agropark kini menjadi salah satu magnet wisata bagi masyarakat lokal dan sekitarnya. Sebagai destinasi wisata sekaligus sarana edukasi dalam bidang pertanian, yang menarik adalah wahana baru itu berada di pusat kota.
Kawasan yang terletak di Jalan Soekarno-Hatta, Trenggalek tersebut menyajikan berbagai edukasi dalam bidang pertanian dan peternakan. Di antaranya ada taman hidroponik, taman aneka tanaman obat-obatan keluarga (toga), taman sayur mayur, padi, tempat budidaya lele, budidaya kambing, sapi, budidaya kelinci hingga budidaya ikan koi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, keberadaan taman pertanian tersebut bisa menjadi alternatif bagi keluarga maupun para siswa untuk menambah pengetahuan sekaligus berekreasi. Ia berharap, konsep yang telah tertata rapi tersebut mampu dipertahankan dan bahkan berkembang hingga masa mendatang.
(Adhar Muttaqin/detikTravel) Foto: undefined |
"Harapanya agar dipertahankan pengelolaanya, sehingga tetap bagus, sehingga banyak yang datang. Ini sekaligus melengkapi taman-taman yang lain, seperti green park, hutan kota maupun taman alun-alun," ujarnya.
Saat ini, Trenggalek Agropark selalu ramai pengunjung terutama pada sore hari dan di akhir pekan. Lokasi yang mudah dijangkau yakni di pusat kota menjadi nilai tambahnya.
Sementara itu Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak, mengatakan Trenggalek Agropark sengaja dibangun dengan konsep pertanian yang lebih modern. Kawasan ini sudah didukung dengan teknologi pertanian terkini.
(Adhar Muttaqin/detikTravel) Foto: undefined |
"Pemanfaatan teknologi pertanian seperti itu akan memberikan peluang bagi para petani," kata Emil.
Alasan pembangunan taman pertanian yang berada di pusat kota sebagai salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam mengapresiasi dan memberikan perhatian bagi para petani di Trenggalek. Lokasi tersebut juga diharapkan menjadi laboratorium bersama bagi para petani dan peternak untuk belajar mengenai teknologi terbaru.
Lainnya, Trenggalek Agropark bisa menunjang produktivitas di lahan masing-masing. Keberadaan taman pertanian tersebut tersebut akan terus dilakukan penyempurnaan dan pengembangan, sehingga mampu memberikan manfaat secara maksimal kepada masyarakat dan petani.
"Pilot project konservasi pertanian ini akan dikembangkan hingga merambah ke beberapa kecamatan, namun kita sempurnakan dulu pertanian terpadu di sini. Nantinya masyarakat tinggal meniru dan mengaplikasikan dengan membentuk kelompok-kelompok," imbuhnya. (sym/sym)












































(Adhar Muttaqin/detikTravel) Foto: undefined
(Adhar Muttaqin/detikTravel) Foto: undefined
Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun