Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 22 Jan 2019 18:50 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Mohon Keselamatan, Warga Polewali Gelar Ritual Mappande Sasi

Abdy Febriady
detikTravel
Foto: Ritual Mappande Sasi di Polewali Mandar (Abdy/detikTravel)
Foto: Ritual Mappande Sasi di Polewali Mandar (Abdy/detikTravel)
Polewali Mandar - Ritual memohon keselamatan pada laut turut dimiliki oleh warga Polewali. Lewat ritual Mappande Sasi, masyarakat melarungkan sesajen ke tengah laut.

Ritual Mappande Sasi atau memberi makan lautan digelar masyarakat yang bermukim di Pesisir Pantai Mampie, Dusun Mampie, Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, pada Senin kemarin (21/09/19).

Ritual ini diikuti puluhan warga setempat, ditandai dengan melarung sesajen ke tengah lautan.

Didahului doa bersama (Abdy/detikTravel)Didahului doa bersama (Abdy/detikTravel)
Sebelumnya warga terlebih dahulu menggelar doa bersama di rumah salah satu tokoh masyarakat setempat, sembari menyiapkan sejumlah sesajen yang akan dilarung. Di antaranya ketan aneka warga, aneka jenis pisang, ayam panggang, telur, dupa dan lain-lain.

Sesampainya di tepi pantai, tokoh masyarakat setempat terlebih dahulu mengubur kepala kambing, kemudian melarung sesajen ke tengah lautan yang disimpan dalam wadah berbentuk kotak yang terbuat dari potongan bambu.

Dilanjutkan upacara di tepi pantai (Abdy/detikTravel)Dilanjutkan upacara di tepi pantai (Abdy/detikTravel)
Tokoh Masyarakat Dusun Mampie, Rustam menjelaskan, ritual Mappande Sasi merupakan tradisi leluhur warga di daerah ini. Sebagai salah satu upaya menolak bala, mengucap syukur serta memohon lindungan kepada sang pencipta.

"Ritual ini merupakan tradisi yang sudah kami lakukan secara turun temurun setiap tahunnya, ini merupakan kebiasaan warga di daerah ini, sebagai bentuk permohonan agar daerah ini dan warganya senantiasa berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa," tutur Rustam pada detikTravel.

Sesajen pun dilarung ke laut (Abdy/detikTravel)Sesajen pun dilarung ke laut (Abdy/detikTravel)
Sementara itu tokoh pemuda Dusun Mampie, Yusri berharap, pemerintah senantiasa memberikan perhatian agar ritual yang sudah menjadi tradisi warga di daerah ini dapat terus dilaksanakan.

"Jadi kita jangan langsung menilai ritual ini sebagai kegiatan musrik yang bertentangan dengan ajaran agama, namun kita harus melihatnya dengan kacamata lain, sebagai tradisi, yang menjadi simbol kekayaan budaya warga di daerah ini," pinta Yusri.

Warga di daerah ini meyakini, lautan merupakan unsur penting dalam kehidupan yang patut dihormati. Apalagi hampir semua warga di daerah ini menggantungkan hidup dari hasil melaut. (rdy/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED