Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 02 Feb 2019 15:20 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Semarang Punya Jamuan Meja Panjang, Tradisi Jelang Imlek

Tradisi Tok Panjang menjelang Imlek 2019 di Semarang (Angling/detikTravel)
Tradisi Tok Panjang menjelang Imlek 2019 di Semarang (Angling/detikTravel)
Semarang - Pasar Imlek Semawis Semarang kembali dibuka tahun ini. Dalam event tersebut ada tradisi yang menarik dengan inti meja panjang, apa itu?

Di Pasar Imlek Semawis yang digelar di Pecinan Semarang selalu digelar dua meja dengan panjang lebih dari 100 meter untuk menampung sekitar 400 orang. Yang duduk di sana mulai dari Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Wakil Wali Kota, Hevearita Gunaryanti Rahayu hingga masyarakat biasa, itulah Tok Panjang.

Ketua Komunitas Pecinan Semarang untuk Wisata (Kopisemawis), Harjanto Halim mengatakan Tok Panjang merupakan tradisi menjamu para tamu. Yang dijamu dari segala etnis dan komunitas. Menurutnya inilah inti dari Imlek, mempertemukan saudara yang terpisah.

"Dulu di rumah mejanya bundar, kemudian anggota keluarga semakin banyak jadilah meja pajang atau Tok Panjang. Ini menjamu dari luar komunitas pecinan, Imlek ya ini, menjamin silaturahmi, lebih penting dari angpau, lah," kata Harjanto.


Hidangan yang disajikan sudah pasti tidak mengadung babi agar bisa dimakan siapapun. Tidak hanya itu, menunya pun cukup unik mulai dari hidangan pembuka yaitu teh serbat yang merupakan teh dengan 2 butir serbat bercampur 20 herbal lokal dan China. Kemudian ada brokoli udang, sup lobak dan ikan patin.

Semarang Punya Jamuan Meja Panjang, Tradisi Jelang ImlekHidangan di Tradisi Tok Panjang jelang Imlek 2019 di Semawis (Angling/detikTravel)


Yang paling menarik yaitu hidangan utamanya berupa nasi warna biru dengan nama nasi ulam bunga telang. Menu ini sebenarnya asimilasi peranakan Malaysia dan Singapura. Nasi ini disajikan dengan wadah tampah dan dikelilingi srundeng, telur, gereh, dan lainnya kemudian diaduk dengan tangan dan dimakan bersama. Satu tampah bisa dinikmati oleh 4 orang.

"Tidak semua nasi harus putih, tidak semua etnis atau suku harus sama atau seragam. Itulah indahnya perbedaan," ujarnya.

Suasana akrab terlihat di setiap meja ketika satu persatu hidangan disajikan. Acara makan-makan itu pun ditutup dengan cincau sirup mapel dan kopi alam.

Semarang Punya Jamuan Meja Panjang, Tradisi Jelang ImlekSuasana Semawis (Angling/detikTravel)


Pasar Imlek Semawis yang dibuka mulai tanggal 1 hingga 3 Februari 2019 itu cukup ramai pengunjung dari berbagai etnis bahkan mancanegara. Para pengunjung biasanya berburu kuliner mulai dari makanan tradisional hingga yang kekinian.

Pengunjung juga bisa melihat berbagai kebudayaan china seperti barongsai, liong dan wayang potehi. Nah, yang unik, pengunjung bisa berfoto dengan kera sakti atau Sun Go Kong beserta rombongannya termasuk Dewi Kwan Im.

"Perayaan Imlek ini dinikmati tidak hanya warga tionghoa, dari perwakilan agama lain, juga dari etnis lain hadir. Ini membawa berkah bagi kita semua," kata Wali Kota Hendrar Prihadi usai membuka Pasar Imek Semawis.

Lokasi Pasar Imlek Semawis ada di Pecinan tepatnya di Jalan Wotgandul Timur. Pengunjung harus memperhatikan rambu karena ada pengalihan arus karena jalan ditutup untuk kegiatan tersebut. (alg/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED