Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 05 Feb 2019 13:45 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Di Magelang Kini Ada Museum Lima Gunung, Apa Koleksinya?

Eko Susanto
detikTravel
Pembukaan Museum Lima Gunung di Magelang, Jawa Tengah (Eko Susanto/detikTravel)
Pembukaan Museum Lima Gunung di Magelang, Jawa Tengah (Eko Susanto/detikTravel)
Magelang - Destinasi di Magelang bertambah. Kini ada Museum Lima Gunung, apa saja koleksinya ya?

Tarian Umbul Dungo yang dibawakan Suprapto Suryodharmo bersama penari lainnya menandai pembukaan Museum Lima Gunung. Museum Lima Gunung ini berada satu kompleks dengan rumah seniman Sutanto Mendut.

Pembukaan museum tersebut dimulai pukul 05.00 WIB di komplek studio Mendut, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (5/2/2019). Sejumlah tokoh dari Komunitas Lima Gunung menyampaikan testimoni tentang kiprahnya selama ini di Komunitas Lima Gunung. Para seniman pun berdatangan di pembukaan museum ini.

Menandai pembukaan museum ini, diawali tarian yang dibawakan Suprapto Suryodharmo dari Padepokan Lemah Putih, Plesungan, Karanganyar. Sambil menari dengan diikuti para penari lainnya, Mbah Prapto memasuki Museum Lima Gunung yang berada di bawah panggung utama.

Pembukaan Museum Lima Gunung ini terasa istimewa karena bersamaan dengan HUT ke-65 Sutanto Mendut yang di Komunitas Lima Gunung sebagai Presiden Lima Gunung. Adapun Komunitas Lima Gunung sendiri merupakan wadah berkumpulnya para seniman dari Merapi, Merbabu, Sumbing, Andong dan Menoreh.

Pembukaan juga diiringi tarian Pembukaan juga diiringi tarian (Eko Susanto/detikTravel)


Sejumlah benda maupun barang koleksi yang ada di museum ini bukan hasil kurator. Untuk koleksi yang berada di Museum Lima Gunung ini antara lain Lukisan Kaca Waged Kodya Magelang, wayang kulit lengkap karya Rastika (Cirebon), Topeng Madura, Topeng Wonosari, Topeng Malang dan Keramik Cina, Kemudian, Topeng Wayang Cirebon, Wayang Golek, Wayang Wonosobo dan Wayang Sunda.

Selain itu, terdapat kliping berita-berita maupun foto-foto kegiatan dari Komunitas Lima Gunung. "Pembangunan museum ini sejak dua tahun lalu, dari sedikit terus seperti ini. Ada koleksi wayang Cirebon karya Raskita, seorang maestro," kata Sutanto Mendut di sela-sela pembukaan Museum Lima Gunung.


Sementara itu, Mbah Prapto mengatakan, tarian yang dibawakan bertema satu rasa untuk Umbul Dongo. Sekalian yang menari ada yang berasal dari Spanyol, Denmark, Inggris dan Indonesia untuk rasa sujud kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Satu rasa umbul dungo, meskipun berlatar belakang dari Mexico, Spanyol, Denmark, Indonesia, sebenarnya mewujukan rasa sujud kepada Tuhan Yang Maha Esa," kata Mbah Prapto.

Museum ini menyimpan kekayaan budaya dalam bentuk kerajinan dari 5 gunung berbedaMuseum ini menyimpan kekayaan budaya dalam bentuk kerajinan dari 5 gunung berbeda (Eko Susanto/detikTravel)


Keberadaan Museum Lima Gunung, kata Mbah Prapto, saat menerima undangan imagenya sebuah museum mengkoleksi barang-barang yang berusia ratusan dan dipilih oleh kurator. Pihaknya berharap museum ini tidak berhenti di sini saja, melainkan menjadi museum hidup dan terus tumbuh.

"Tidak berhenti di sini, kita bersama sama menghidupi museum dan dihidupi museum dengan visi dan misi gunung di Indonesia," tuturnya.

Salah satu pegiat Lima Gunung, Supadi Haryanto dari Andong mengaku, telah bergabung dengan Lima Gunung selama 17 tahun. Untuk koleksi yang ada di museum ini merupakan simpanan harta besar.

"Museum Lima Gunung ini identik simpanan harta besar. Dari Lima Gunung koleksi seperti pakaian, lukisan, patung, topeng dan ukiran," ujarnya. (msl/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED