Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 06 Mar 2019 16:30 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Jelang Nyepi, Yuk Lihat Proses Pembuatan Ogoh-ogoh di Lombok

Harianto Nukman
detikTravel
Proses pembuatan ogoh-ogoh di Lombok (Harianto/detikTravel)
Proses pembuatan ogoh-ogoh di Lombok (Harianto/detikTravel)
Mataram - Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi biasanya umat Hindu di Lombok disibukkan dengan beragam persiapan, termasuk membuat ogoh-ogoh untuk karnaval. Yuk, lihat!

Dengan gunting di tangannya, Made Sugiartha sibuk memotong karton warna merah. Potongan karton itu dibentuk menyerupai nyala api.

"Umat Hindu menyebut ini sebagai jelmaan Vira Bhadra," kata Sugiartha saat detikTravel menyambanginya di Banjar Karya, Cilinaya Mataram, Selasa (5/3/2019).

Sugiartha menceritakan tentang siapa tokoh yang bernama Vira Bhadra itu. Ia tercipta dari helai rambut Dewa Siwa.



Vira Bhadra adalah sosok jelmaan atas kemarahan Siwa terhadap Prajapati Daksha, seorang raja yang sombong dan angkuh. Diceritakannya bahwa Siwa mempersunting putri dari Prajapati Daksha yang bernama Bhaddakali.

"Aku dikenal sebagai Vira Bhadra dan aku lahir dari amarah Sang Rudra (Siwa) wanita ini (yang adalah temanku) dikenal sebagai Bhaddakali dan ia lahir dari murka para dewi," ujarnya menirukan ungkapan dari sosok Vira Bhadra.
Jelang Nyepi, Yuk Lihat Proses Pembuatan Ogoh-ogoh di LombokFoto: (Harianto/detikTravel)


"Sebenarnya tangannya ada sekitar dua ratusan semua senjata dipegang. Arti nama Vira Bhadara itu amarah dan sahabat para pahlawan. Setiap langkahnya mengeluarkan api," imbuh Sugiartha.

Dia juga menuturkan kepercayaan Hindu biasanya akan mencari hari baik sesuai dengan penggakan Bali jika hendak membuat suatu bagan rangka ogoh-ogoh. Begitu juga di saat akan membuat bagian kepala ogoh-ogoh.

Jelang Nyepi, Yuk Lihat Proses Pembuatan Ogoh-ogoh di LombokFoto: (Harianto/detikTravel)


Di saat organ tubuh ogoh-ogoh sudah sempurna, kemudian dilakukan suatu ritual yang disebut Melaspas atau pengisian roh (kala) agar ogoh-ogoh yang dibuat memiliki kekuatan dan berisi (metaksu).

Setelah itu barulah diketahui nama dari ogoh-ogoh tersebut sesuai dengan kala yang diberikan oleh pemangku. Ritual melaspas dipimpin oleh pemangku atau pemuka agama yang ada di setiap pura banjar.

Setelah karnaval ogoh-ogoh digelar, sang pemangku akan memercikkan air suci sebagai simbol mengeluarkan kala dari tubuh ogoh-ogoh.

(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED